Kolaka – Ricuh di PT IPIP kembali menyita perhatian publik setelah insiden bentrokan antara Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dan pekerja lokal terjadi di area pembangunan Indonesia Pomalaa Industrial Park, Kabupaten Kolaka.
Sejumlah rekaman video yang beredar menunjukkan kondisi lokasi kerja berubah tegang, dengan para pekerja saling berkejaran di tengah situasi yang tidak terkendali.
Kejadian tersebut dipicu oleh kemarahan buruh lokal yang memuncak usai muncul dugaan penganiayaan terhadap salah satu pekerja setempat.
Oknum pengawas lapangan asal Tiongkok diduga menjadi pemicu awal keributan. Persoalan bermula dari perdebatan terkait gaji yang belum diselesaikan, lalu berkembang menjadi konflik fisik.
Dari informasi yang dihimpun, seorang buruh lokal mendatangi pengawas TKA dengan tujuan menanyakan hak upahnya. Namun, alih-alih memperoleh klarifikasi, buruh tersebut justru menerima ucapan bernada merendahkan yang memancing emosi.
Adu mulut pun tak terelakkan hingga berujung pada perkelahian satu lawan satu.
“Masalahnya sederhana, hanya soal gaji. Tapi ucapan pengawas itu memicu emosi, akhirnya terjadi duel,” kata seorang warga mengungkapkan identitasnya.
Situasi sempat terlihat mereda, namun ketegangan kembali meningkat.
Korban kemudian diminta masuk ke dalam sebuah ruangan dengan alasan penyelesaian masalah. Tanpa disangka, di dalam ruangan tersebut sudah ada beberapa TKA lain yang menunggu.
Pengeroyokan pun terjadi, mengakibatkan korban mengalami luka serius di kepala hingga mengeluarkan darah.
Korban segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Peristiwa ricuh di PT IPIP ini meninggalkan kekhawatiran dan sorotan luas dari masyarakat sekitar.


