Suara Republik.com: Irsof
JAKARTA — Perlindungan anak tidak cukup hanya dengan membangun kesadaran tentang keamanan fisik. Kesehatan mental, pendampingan penggunaan teknologi, serta ruang aman bagi anak untuk didengar juga menjadi bagian penting dalam memastikan anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Pesan tersebut menjadi perhatian Pergerakan Sarinah dalam rangkaian kegiatan menyambut Peringatan Hari Anak Nasional 2026. Pergerakan Sarinah menggelar sejumlah agenda advokasi dan edukasi yang berfokus pada perlindungan hak anak, digital parenting, serta peningkatan kesadaran terhadap kesehatan mental anak.
Salah satu agenda yang dilakukan adalah pembuatan Video Advokasi Perlindungan Hak Anak dan Digital Parenting. Kegiatan ini melibatkan sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap isu anak dan keluarga. Di antaranya adalah Wahyuni Refi, S.H., M.H. dari Pergerakan Sarinah, Aris Adhi Leksono dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Any Rufaedah dari Lab Psikologi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta, Camat Jatinegara Endang Kartika W., S.K.M., MM, serta Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Hj. Happy Farida Djarot.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak membutuhkan kerja bersama. Keluarga memiliki peran penting, tetapi dukungan dari pemerintah, lembaga negara, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, tenaga profesional, dan masyarakat luas juga diperlukan.
Video advokasi tersebut mengangkat pentingnya pemenuhan hak anak sekaligus penguatan pola pengasuhan di era digital. Perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak membuat orang tua tidak hanya perlu membatasi penggunaan gawai, tetapi juga mendampingi anak agar mampu menggunakan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab.
Pendampingan digital juga perlu dilakukan secara seimbang dengan pemenuhan kebutuhan anak untuk belajar, bermain, berolahraga, berinteraksi dengan keluarga, bersosialisasi, serta mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Rangkaian advokasi tersebut kemudian berlanjut pada puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang digelar di Rasuna Epicentrum, Jakarta, Minggu (19/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pergerakan Sarinah menghadirkan Pojok Konseling bekerja sama dengan Tim Lab Psikologi UNUSIA Jakarta. Ruang ini menjadi salah satu bentuk nyata perhatian terhadap kesehatan mental anak dan keluarga.
Melalui Pojok Konseling, anak dan keluarga dapat memiliki ruang untuk berbagi, menyampaikan pengalaman, serta memperoleh informasi dan dukungan terkait kesehatan mental.
Sekretaris Jenderal Pergerakan Sarinah, Tika Dian Pangastuti, S.S., MM, mengatakan isu kesehatan mental anak perlu mendapatkan perhatian yang lebih luas.
“Anak-anak membutuhkan ruang yang aman untuk didengar, dipahami, dan didampingi. Kesehatan mental merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak. Karena itu, meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan mental anak harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Tika.








Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.