Menurut Tika, perlindungan anak harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada momentum peringatan tertentu.
“Kami ingin memastikan bahwa isu perlindungan anak tidak berhenti pada pernyataan atau peringatan seremonial. Karena itu, kami mendorong edukasi melalui video advokasi, penguatan pemahaman tentang digital parenting, serta penyediaan ruang konseling yang dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental anak,” katanya.
Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung.
“Setiap anak berhak mendapatkan dukungan, perhatian, dan ruang untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan. Anak yang didengar dan didampingi akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk tumbuh secara sehat, percaya diri, dan berdaya,” ujar Tika.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Rasuna Epicentrum diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan anak dan keluarga, mulai dari senam dan pemanasan, dialog bersama anak, fun walk, pertunjukan seni, hingga dialog interaktif bersama sejumlah pejabat dan lembaga terkait.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan deklarasi komitmen perlindungan anak, pembagian buku, serta kegiatan nonton film bersama yang menjadi bagian dari aktivitas edukatif dan rekreatif bagi anak dan keluarga.
Pergerakan Sarinah menilai, perlindungan anak di era saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Anak tidak hanya harus terlindungi dari kekerasan dan berbagai bentuk ancaman, tetapi juga membutuhkan dukungan emosional, pendampingan dalam menghadapi perkembangan teknologi, serta lingkungan yang mendukung kesehatan mental dan proses tumbuh kembangnya.
Karena itu, kolaborasi antara organisasi masyarakat, lembaga negara, pemerintah, akademisi, psikolog, keluarga, dan masyarakat luas menjadi penting untuk membangun ekosistem perlindungan anak yang lebih kuat.
“Peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang mengingat kembali tanggung jawab kita terhadap masa depan anak-anak Indonesia. Anak yang terlindungi adalah anak yang mendapatkan perhatian terhadap kesehatan mentalnya, mendapatkan pendampingan dalam menggunakan teknologi, dan memiliki ruang untuk tumbuh serta didengar,” tegas Tika.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pergerakan Sarinah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perlindungan hak anak, meningkatkan kesadaran kesehatan mental, memperkuat edukasi digital parenting, serta membangun kolaborasi berkelanjutan demi terciptanya lingkungan yang aman, sehat, ramah, dan mendukung setiap anak Indonesia untuk tumbuh menjadi pribadi yang berdaya.








Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.