Scroll ke bawah untuk melanjutkan
banner 320x300
banner 325x300
banner 325x300
BeritaHukumKriminalNasionalPemerintahPeristiwaPolitikTNI/POLRIViral

Breaking News!!! Warning : Serangan Geng SOP ke Prabowo! Sapu Bersih atau Disapu

×

Breaking News!!! Warning : Serangan Geng SOP ke Prabowo! Sapu Bersih atau Disapu

Sebarkan artikel ini

Suararepublik.com Jakarta 13/7/26 – Polemik mundurnya Febrie Adriansyah dari jabatan Jampidsus menjadi sorotan baru dalam isu pembenahan lembaga penegak hukum.

Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai peristiwa ini dapat menjadi momentum bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi besar terhadap institusi penegak hukum, termasuk Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK.

“Walau beritanya simpang siur, Kasus mundurnya Jampidsus dan Ketua Tim Pelaksana PKH (Tim Penertiban Kawasan Hutan) Ferry Ardiansyah (red. Febri) hendaknya dimanfaatkan oleh Presiden Prabowo membenahi lembaga penegak hukum (Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK),”

BACA JUGA:  Pengukuhan DPD Paguyuban Jawara Sunda Majalengka: Wadah Lestarikan Budaya dan Dukung Pembangunan Daerah

Said Didu juga mengingatkan bahwa keterlambatan dalam melakukan pembenahan dapat membuka ruang tekanan politik yang lebih besar terhadap pemerintahan Prabowo.

“Jika tidak atau terlambat maka serangan Geng SOP (Solo, Oligarki, Parcok) lewat penegak hukum ke Presiden Prabowo akan makin keras. Ingat” To kill or to be killed. Hanya sapu bersih yang bisa membersihkan,”

Febrie sebelumnya menjabat sebagai Jampidsus sekaligus Ketua Pelaksana Satgas Penertiban Kawasan Hutan secara ex-officio. Karena itu, pengunduran dirinya dari posisi Jampidsus juga membuatnya tidak lagi memegang jabatan di Satgas PKH.

BACA JUGA:  Polda Metro Jaya Ungkap 2 Perkara TPPO di Lokasari dan Cibitung, 13 Tersangka Ditetapkan

Pengunduran diri Febrie disebut telah diterima Jaksa Agung ST Burhanuddin dengan alasan menjaga integritas, netralitas, dan objektivitas penegakan hukum.

Tidak lama setelah itu, Febrie disebut ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi, suap, gratifikasi, dan TPPU yang mencakup tiga klaster besar, yaitu tata kelola batu bara PT PLN, pengurusan perkara PT Asabri, serta anak perusahaan PT Krakatau Steel.

Isu ini kini berkembang menjadi perhatian publik, terutama terkait arah reformasi penegakan hukum di bawah pemerintahan Prabowo. (Tim)

BACA JUGA:  Polsek Muara Bengkal Dampingi PT Nala Palma Cadudasa Menanam Jagung Hibrida

#Geogenius #FebrieAdriansyah #PrabowoSubianto #PenegakanHukum #Kejaksaan #KPK #Kepolisian #PolitikIndonesia #HukumIndonesia #SatgasPKH

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *