banner 325x300
banner 325x300
BeritaInfrastrukturViral

Jalan Rusak di Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan Banyuasin Jadi Keluhan Warga, Lubang dan Debu Ancam Kesehatan Dan Kenyamanan Pengguna Jalan

Avatar photo
×

Jalan Rusak di Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan Banyuasin Jadi Keluhan Warga, Lubang dan Debu Ancam Kesehatan Dan Kenyamanan Pengguna Jalan

Sebarkan artikel ini

SuaraRepublik.com || BANYUASIN — Kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah titik ruas jalan yang mengalami kerusakan dinilai sudah mengganggu mobilitas warga dan membutuhkan perhatian pemerintah.

Kerusakan terlihat pada sejumlah bagian Jalan Raya Sungai Dua-Sako. Permukaan badan jalan tampak tidak lagi rata, sementara beberapa titik terdapat lubang yang mengharuskan pengendara mengurangi kecepatan.

Bagi pengguna jalan, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut kenyamanan. Kondisi badan jalan yang rusak dapat menjadi faktor risiko, khususnya ketika kendaraan harus melakukan manuver secara tiba-tiba untuk menghindari lubang.

Pantauan di lapangan pada Sabtu (5/9/2026) sore, sejumlah pengendara terlihat memilih memperlambat kendaraan ketika melewati bagian jalan yang rusak. Sebagian lainnya mengambil sisi jalan yang dinilai lebih aman untuk menghindari permukaan yang berlubang dan bergelombang.

Situasi tersebut berpotensi memengaruhi kelancaran lalu lintas. Ketika kendaraan mengurangi kecepatan secara bersamaan atau berpindah posisi untuk menghindari kerusakan jalan, arus kendaraan dapat ikut melambat.

Debu Ikut Jadi Persoalan

Tidak hanya lubang dan permukaan jalan yang tidak rata, debu yang beterbangan saat kendaraan melintas juga dikeluhkan masyarakat.

BACA JUGA:  Pastikan Apron Bebas FOD, Personel Lanud Sjamsudin Noor Sisir Benda Asing Jaga Keselamatan Penerbangan Tetap Aman

Kondisi tersebut semakin terasa ketika kendaraan melaju melewati bagian jalan yang kering dan terdapat material tanah atau debu di permukaan. Debu yang terangkat kemudian mengganggu jarak pandang dan kenyamanan pengendara maupun warga yang berada di sekitar ruas jalan.

Rifki, salah seorang pengguna jalan, mengatakan kerusakan tersebut membuat pengendara harus lebih berhati-hati.

“Kalau jalan banyak lubang, pengendara pasti mengurangi kecepatan. Apalagi kalau ada kendaraan dari arah berlawanan, kita harus lebih hati-hati memilih bagian jalan yang aman,” ujar Rifki saat ditemui di lokasi, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, kondisi jalan tersebut perlu segera mendapatkan perhatian agar kerusakan tidak semakin meluas.

“Kami berharap ada penanganan yang benar-benar memperbaiki jalan, bukan hanya menunggu sampai kerusakannya semakin parah. Jalan ini dipakai masyarakat setiap hari,” katanya.

Warga Pertanyakan Kapan Jalan Ditangani

Keluhan masyarakat tersebut sekaligus menjadi dorongan agar pemerintah dan instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi ruas jalan.

BACA JUGA:  Kapolres Pakpak Bharat Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kasat Samapta

Warga berharap persoalan kerusakan tidak hanya ditangani ketika sudah menimbulkan kecelakaan atau kerugian bagi pengguna jalan.

Menurut masyarakat, pemeliharaan jalan semestinya dilakukan secara berkala untuk mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih parah.

Apalagi ruas jalan tersebut menjadi salah satu akses yang digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Jangan Tunggu Ada Korban

Kerusakan jalan pada dasarnya merupakan persoalan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.

Lubang, permukaan bergelombang, serta material yang mengganggu badan jalan dapat membuat pengendara harus mengambil keputusan secara spontan. Kondisi seperti ini menjadi perhatian khusus bagi pengendara sepeda motor karena kendaraan roda dua relatif lebih rentan ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata.

Karena itu, masyarakat meminta pemerintah terkait tidak sekadar melakukan penanganan pada satu atau dua titik, tetapi memetakan seluruh bagian jalan yang mengalami kerusakan.

“Jangan sampai baru diperbaiki setelah ada korban. Lebih baik dicek dan ditangani dari sekarang,” harap Rifki.

Publik Menunggu Langkah Pemerintah

Persoalan berikutnya bukan hanya seberapa parah kerusakan jalan tersebut, tetapi kapan penanganan akan dilakukan dan seperti apa kualitas perbaikannya.

BACA JUGA:  Polda Babel Resmi Tahan Eks Ketua - Bendahara KONI Babar Periode 2020 - 2024 Terkait Kasus Korupsi Dana Hibah

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi teknis turun langsung melihat kondisi di lapangan, menentukan tingkat kerusakan, serta mengambil langkah sesuai kewenangan.

Jika memang diperlukan perbaikan menyeluruh, warga berharap pekerjaan tidak berhenti pada penutupan lubang secara sementara. Penanganan yang tepat diharapkan dapat membuat badan jalan kembali layak dilalui dan mengurangi persoalan debu yang selama ini dikeluhkan.

SuaraRepublik.com membuka ruang bagi Pemerintah Kabupaten Banyuasin maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai status ruas jalan tersebut, kewenangan pengelolaan, kondisi kerusakan, serta rencana atau langkah penanganan yang akan dilakukan.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan pantauan lapangan dan keterangan pengguna jalan dengan tetap mengedepankan prinsip verifikasi, akurasi, kepentingan publik, dan keberimbangan sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Kategori: Infrastruktur
Penulis: Team SR
Editor: Redaksi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *