Ia juga menyoroti berbagai kegiatan yang dilakukan jajaran kepolisian di daerah, seperti subuh keliling, Jumat Barokah, kehadiran dalam kegiatan keagamaan, hingga keterlibatan anggota Polri sebagai khatib Jumat. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, mendengar aspirasi masyarakat, serta membangun kedekatan antara kepolisian dan umat.
Dalam pandangannya, hubungan yang harmonis antara ulama, pemimpin pemerintahan, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang tertib dan damai. Ulama berperan memberikan tuntunan keilmuan dan moral, pemimpin menjalankan amanah secara adil, sedangkan dukungan serta doa masyarakat menjadi bagian dari kekuatan dalam menjaga kehidupan bersama.
Zulkifli berharap, sinergi antara Polri, ulama, dan masyarakat dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun institusi kepolisian yang semakin dipercaya dan dicintai masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan keteladanan, keadilan, komunikasi, dan pelayanan diharapkan mampu memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan “Khairunnas anfa’uhum linnas”, yang bermakna sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama. Melalui semangat itu, Polri diharapkan terus hadir di tengah masyarakat, membangun kemitraan dengan para ulama, serta bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan sosial.
(Irpan)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.