Nasriadi menegaskan, peluru yang diamankan merupakan peluru tajam, bukan peluru hampa.
Temuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam penyidikan, mengingat senjata api itu diduga digunakan untuk mengancam warga ketika kedua tersangka berusaha melarikan diri.
“Artinya, ketika mereka datang ke Jakarta untuk melakukan curanmor, mereka sudah membawa senjata api tersebut yang tidak segan-segan untuk melukai bahkan untuk menembak korban yang melawan atau masyarakat yang meneriakkan mereka itu maling,” kata Nasriadi.
Polisi masih perlu mendalami asal-usul senjata api rakitan tersebut, cara para tersangka memperolehnya, serta kemungkinan adanya pihak lain yang membantu menyediakan senjata dan amunisi.
Pemeriksaan balistik dan pendalaman barang bukti juga dapat membantu penyidik menguji keterkaitan senjata tersebut dengan peristiwa penembakan di Kalideres.
Gunakan jaket ojek online untuk menyamarkan identitas
Selain senjata api, polisi menyita satu jaket ojek online yang diduga digunakan oleh para tersangka ketika beraksi.
Menurut Nasriadi, pakaian tersebut diduga menjadi bagian dari upaya penyamaran agar keberadaan mereka tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat.
“Kita juga mengamankan satu buah jaket, ya, jaket ojek online yang dia gunakan seakan-akan mereka itu adalah ojek online, padahal mereka adalah pencuri curanmor sadis, supaya masyarakat tidak curiga terhadap mereka,” ujarnya.
Polisi menduga kedua tersangka memiliki pola pembagian peran dalam menjalankan aksinya, yakni satu orang bertindak sebagai joki atau pengendara sepeda motor, sedangkan satu lainnya menjadi pemetik yang mengambil kendaraan sasaran.
Pola tersebut masih perlu didalami melalui pemeriksaan terhadap kedua tersangka dan pencocokan dengan rekaman kamera pengawas maupun keterangan saksi.
Nasriadi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan apabila melihat dua orang berboncengan dengan helm tertutup yang masuk ke gang atau kawasan permukiman dan terlihat mencurigakan ketika mengamati sepeda motor yang terparkir.
Namun, ia menekankan pentingnya melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada polisi, bukan melakukan pengejaran atau konfrontasi secara langsung, terlebih jika diduga pelaku membawa senjata api.
Polisi buru pelaku lain dan penadah motor curian
Selain mengembangkan perkara terhadap Febriansyah dan Bustomy, Polres Metro Jakarta Barat masih memburu kemungkinan pelaku lain yang terlibat dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor tersebut.
Polisi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi penadah sepeda motor hasil curian. Menurut Nasriadi, penyidik telah memperoleh identitas pihak yang diduga menerima kendaraan tersebut dan akan melakukan pencarian.
“Kita masih mencari pelaku-pelaku yang lainnya yang berbuat curanmor Jakarta Barat. Yang kedua, kita masih mencari penadahnya, penadah kendaraan tersebut,” kata Nasriadi.
Penyidikan terhadap penadah menjadi bagian penting dalam mengungkap jaringan curanmor secara menyeluruh. Penjualan kembali kendaraan hasil pencurian diduga menjadi salah satu mata rantai yang memungkinkan aksi serupa terus berulang.










Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.