Untuk itu, Fahira kembali mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, organisasi kemasyarakatan, komunitas, hingga kelompok pemuda untuk menjadikan donor darah sebagai agenda rutin. Peringatan hari-hari besar nasional seperti Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan, Hari Kebangkitan Nasional, maupun ulang tahun institusi dapat menjadi momentum untuk memperluas gerakan donor darah.

“Alangkah baiknya jika setiap peringatan hari besar nasional tidak hanya diisi seremoni, tetapi juga aksi kemanusiaan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Bayangkan jika semakin banyak institusi dan komunitas menjadikan donor darah sebagai tradisi. Bukan hanya stok darah yang semakin terjaga, tetapi budaya solidaritas dan gotong royong di tengah masyarakat juga semakin kuat. Mari kita jadikan donor darah sebagai budaya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fahira menjelaskan bahwa kegiatan donor darah di Pulo Gadung merupakan kelanjutan dari gerakan sosial kemanusiaan yang secara konsisten dijalankannya bersama Bang Japar sejak 2021. Setelah menggelar kegiatan di lima kota administrasi, gerakan ini terus diperluas secara bergiliran ke 44 kecamatan di Jakarta, dengan komitmen melanjutkannya hingga menjangkau 267 kelurahan.

Konsistensi tersebut sebelumnya juga mendapat apresiasi dari PMI Provinsi DKI Jakarta melalui penghargaan yang diberikan kepada Bang Japar pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia, 14 Juni 2025. Menurut Fahira, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kepedulian warga Jakarta, relawan, dan seluruh pihak yang telah mendukung gerakan donor darah secara berkelanjutan.

“Bang Japar ingin terus membuktikan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan harus benar-benar membawa manfaat bagi warga. Sesuai semangat perjuangan kami, Berbuat dan Bermanfaat untuk Sesama, Bang Japar harus hadir bukan hanya dalam kegiatan besar, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan, pendampingan, dan kepedulian. Donor darah menjadi salah satu ikhtiar kami untuk terus menghadirkan manfaat tersebut,” tegasnya.

Fahira Idris juga menyampaikan apresiasi kepada PMI DKI Jakarta, PMI Jakarta Timur, jajaran Pemerintah Kecamatan Pulo Gadung, pengurus dan relawan Bang Japar Jakarta Timur serta Pulo Gadung, dan seluruh warga yang berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini.

“Terima kasih kepada seluruh pendonor yang telah menjadi Pahlawan Darah Indonesia. Semoga setiap tetes darah yang disumbangkan menjadi harapan baru bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Mari terus jaga semangat persatuan melalui aksi kemanusiaan. Karena persatuan yang paling bermakna adalah persatuan yang menghadirkan manfaat dan menyelamatkan kehidupan sesama,” pungkas Fahira Idris.

(Irsof)