Beritarepublikviral//PADANG, β€” Angin berbisik lembut di sela-sela pepohonan Taman Hutan Raya Bung Hatta, Ladang Padi, Padang. Ia seolah ikut menyambut langkah tegap para alumni Resimen Mahasiswa yang pulang ke rumah kedua mereka. Semangat Widya Castrena Dharma Siddha bergema di antara rimbunnya pepohonan, mengingatkan siapa mereka dan untuk apa mereka ada.

Dewan Pimpinan Provinsi Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPP IARMI) Sumatera Barat merayakan usia ke-46 bukan dengan kemewahan, melainkan dengan kebersamaan yang sederhana namun berkarakter.

Kemah Bakti Kebangsaan digelar β€” sebuah perayaan yang membumi, di mana alam menjadi saksi, dan langit menjadi atap rumah besar persaudaraan mereka.

Kegiatan yang berlangsung dua hari Selasa hingga Rabu, 27–28 Oktober 2026 ini dilandasi surat resmi DPP IARMI Sumbar dan menindaklanjuti instruksi Ketua Umum DPN IARMI, menghimpun para sesepuh, senior, pengurus, serta keluarga besar Menwa dari seantero Sumatera Barat. Semua datang membawa satu hati, satu kebanggaan: Baret Ungu yang tak pernah pudar warnanya.

πŸŽ‚ Tumpeng, Simbol, dan Janji yang Terucap

Puncak perayaan jatuh pada pagi Rabu, 28 Oktober 2026. Di bawah langit yang cerah, syukuran dan pemotongan tumpeng dipimpin langsung oleh Ketua DPP IARMI Sumbar, Drs. Budhi Erwanto, didampingi Sekretaris, Dr. Zarfinal, S.H., M.H.

Potongan pertama diserahkan kepada Walikota Padang, Fadli Amran, sebagai tanda pengabdian kepada masyarakat kota Padang. Potongan kedua diserahkan kepada Komandan Resimen (Danmen) Maharuyung, Prof.Dr.Fauzi Bahar,M.Si Dt.Sati β€” simbol kesinambungan antara yang sedang berjuang dan yang telah mengukir jejak.

Selanjutnya tumpeng dibagikan kepada para pejabat Forkopimda provinsi dan Kota Padang, menandakan bahwa kekuatan bangsa lahir dari kerjasama antar seluruh elemen negeri.

Dalam sambutannya, Budhi Erwanto menegaskan bahwa, ulang tahun ini bukan sekadar perayaan bertambahnya angka tahun.

β€œPeringatan HUT IARMI ke-46 ini bukanlah seremoni yang berlalu begitu saja. Ini adalah momen di mana kita kembali berdiri tegak, saling ingatkan, dan teguhkan kembali komitmen kita: pada disiplin yang tak ditawar, pada jiwa korsa yang menyatukan kita, pada pengabdian yang tulus, dan pada cinta kita kepada Tanah Air,” ucapnya dengan suara tegas namun hangat.

Ia mengajak seluruh keluarga besar IARMI Sumbar untuk tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, melainkan kekuatan masa kini yang memberi manfaat nyata.

β€œJadikan IARMI bukan sekadar tempat berkumpul mengenang masa muda. Jadikan ia organisasi yang hidup, yang hadir saat masyarakat membutuhkan, yang memberi teladan, dan yang mengabdi tanpa pamrih. Jaga kekompakan, perkuat solidaritas, dan wariskan semangat ini kepada adik-adik kita yang masih berjuang di barisan Menwa,” pesannya bergema, disambut anggukan dan semangat para hadirin.

β›Ί Kemah Bakti Kebangsaan: Kembali ke Akar, Teguhkan Semangat

Perayaan tahun ini dirangkai dengan sederhana namun bermakna mendalam. Peserta tinggal di alam terbuka, bernapas bersama hutan Bung Hatta, berbagi cerita di sekitar api unggun, dan mempererat persaudaraan tanpa sekat pangkat maupun latar belakang.

Pagi Rabu, 28 Oktober β€” hari yang juga diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda β€” dimulai dengan langkah ringan namun penuh semangat: lari pagi dan lintas alam melintasi jalur hijau Tahura Bung Hatta. Tubuh bergerak segar, pikiran jernih, dan hati semakin bersyukur atas anugerah tanah air yang indah ini.

Langkah kemudian berlanjut ke Upacara Penutupan Pendidikan Dasar (Tutup Diksar) Resimen Mahasiswa β€” momen sakral di mana para calon kader resmi menyandang kebanggaan baru mereka. Tepat pukul 11.00 WIB, upacara peringatan HUT ke-46 IARMI dimulai. Seragam PDH IARMI rapi, Baret Ungu terpasang gagah di kepala setiap peserta. Bukan sekadar kain dan warna, itu adalah mahkota kehormatan yang lahir dari keringat, latihan, dan pengorbanan.

Saat puncak tiba, pekik khas menggema membelah udara:

β€œDirgahayu IARMI! Jaya Resimen Mahasiswa! Salam Pengabdian!”

Suara itu bukan sekadar teriakan β€” itu adalah janji kepada bangsa dan negara.

πŸ•ŠοΈ Makna Mendalam: IARMI Lahir di Hati Sumpah Pemuda

Ada keindahan istimewa yang menyelimuti perayaan ini. Tanggal 28 Oktober bukan sekadar hari lahir IARMI β€” ia adalah Hari Sumpah Pemuda. Sebuah pertemuan sejarah yang tak kebetulan, melainkan takdir yang memberi arah dan makna.

Dicatat dalam lembaran sejarah: IARMI lahir dari semangat perjuangan mahasiswa yang tak ingin melihat kemerdekaan terabaikan. Setelah melalui perjalanan panjang konsolidasi, IARMI resmi dideklarasikan di Yogyakarta pada 28 Oktober 1980 β€” persis pada hari di mana para pemuda Indonesia berikrar menjadi satu: satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air.

β€œMomen ini mengingatkan kita kembali pada hakikat keberadaan IARMI: persatuan. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan diri sendiri. Berlandaskan Pancasila, berpegang pada Sumpah Pemuda, dan mencintai NKRI sepenuh hati. IARMI harus terus hadir sebagai kekuatan moral yang menjaga pendidikan bela negara, menolong sesama, sigap saat bencana datang, dan membina generasi muda agar bangsa ini tetap berdiri tegak,” demikian tertulis dalam pesan bersejarah DPP IARMI Sumbar.

Motto Widya Castrena Dharma Siddha β€” Penyempurnaan Pengabdian dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan β€” kembali diingatkan sebagai kompas perjuangan. DPP IARMI Sumbar juga mengajak seluruh daerah di Sumatera Barat untuk ikut menyalakan semangat yang sama di tempat masing-masing.

46 tahun bukanlah garis akhir, melainkan jalan yang makin panjang dan makin terang di hadapan mereka. Selama masih ada satu Baret Ungu yang berdiri tegak, selama itu pula pengabdian tidak akan pernah berhenti.

Salam Pengabdian! Jaya Selalu Resimen Mahasiswa! 🟣✊
(Reporter:Tb Mhd Arief Hendrawan)