β¨ Saatnya Bertindak Bersama
Bencana alam menuntut kita menjaga hutan, sungai, dan tata ruang. Bencana sosial menuntut kita memperkuat keluarga, pendidikan, dan kepedulian. Keduanya membutuhkan ikhtiar yang nyata, bukan sekadar doa tanpa langkah.
Mari kita hidupkan kembali semangat: saciok bak ayam, sadanciang bak basi β satu hati dalam menghadapi persoalan, saling mengingatkan dalam kebaikan, saling mengulurkan tangan saat sesama dalam kesulitan. Karena Ranah Minang bukan milik sebagian orang saja. Menjaganya adalah tugas kita semua β hari ini, sebelum kerusakan lebih dalam terjadi.
βSemoga bumi Minangkabau senantiasa terjaga. Semoga anak kemenakan kita tumbuh dalam kebaikan dan keberkahan. Semoga adat dan syariat menjadi cahaya yang menuntun langkah kita,βtuturnya mengakhiri petuahnya.(Tb Mhd Arief Hendrawan)
Halaman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.