Beritarepublikviral//Padang, — Langit Ranah Minang baru saja melepaskan hujan deras yang memeluk bumi terlalu erat. Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 12.20 WIB, air sungai bangkit dari tidurnya dan menyapa jalan-jalan Kota Padang dengan deras yang tak terduga.
Salah seorang wali Allah SWT, Syaikh Mahmuddin Dt.Rajo Panghalu Alam mengatakan,”Banjir bandang yang melanda beberapa kecamatan, membasahi rumah-rumah, memaksa warga mencari tempat yang lebih tinggi, dan membuat akses jalan terhenti sejenak.”
“Banjir terdampak yang cukup parah di beberapa wilayah Kota Padang:
– Kecamatan Kuranji: Desa Lapau Munggu dan Guo
– Kecamatan Nanggalo: Tabiang Banda Gadang
- – Kecamatan Koto Tangah: Perumahan Lumin Park (Lubuk Minturun) dan Kampung Apa (Lubuk Rayo)
Ketinggian air mencapai 80 sentimeter hingga lebih dari satu meter di berbagai titik. Arus yang kuat sempat menyeret kendaraan dan bangunan sementara. Jalan By Pass Padang dan Jalan Palarik (Air Pacah) lumpuh sementara. Sebagian warga sempat terjebak di rumah masing-masing dan melakukan evakuasi mandiri,”ujarnya.
Tim gabungan Pemerintah Kota Padang yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, segera turun ke lokasi. Perahu karet dikerahkan, tali-temali direntangkan, dan warga yang terjebak dibantu menuju tempat yang lebih aman.
“Bencana alam memiliki beragam penyebab yang saling berkaitan — mulai dari curah hujan ekstrem, kondisi geologis, kerusakan Daerah Aliran Sungai, hingga tata kelola ruang yang perlu terus diperbaiki. Bukan sekadar “hukuman”, melainkan peringatan lembut agar kita kembali merenung: sudah sejauh mana kita menjaga rumah yang dipinjamkan Allah kepada kita ini?”pungkasnya.
🌿 Bukan Hanya Bencana Alam
Selanjutnya Syaikh Dt.Rajo Panghulu Alam menjelaskan,”Di samping ancaman air yang datang dan pergi, ada bencana lain yang berjalan senyap namun perlahan menggerogoti masa depan anak kemenakan kita — peredaran gelap narkotika. Ini bukan persoalan aparat penegak hukum semata. Ini persoalan kita bersama: keluarga yang kehilangan anak, sekolah yang kehilangan murid, nagari yang kehilangan harapan.
Narkotika memperburuk persoalan yang sudah ada — kemiskinan, putus sekolah, keretakan keluarga. Maka perangnya pun harus dilakukan bersama. Orang tua mendampingi anak, sekolah memperkuat pendidikan karakter, masyarakat berani menjaga lingkungannya, dan tokoh adat serta agama kembali berdiri di garis depan membentengi generasi muda.”
🕌 Kembali ke Akar yang Dijaga
Dt.Rajo Panghulu Alam juga mengingatkan,” Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah tak hanya indah diucapkan, namun harus hidup dalam tindakan nyata. Niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda parik paga nagari, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat — semua memiliki peran yang tak tergantikan.
Menjaga alam agar sungai tak marah. Menjaga keluarga agar anak tak tersesat. Menjaga lingkungan agar tak ada ruang bagi kejahatan yang merusak masa depan. Itulah pengamalan nyata dari adat dan agama yang kita junjung tinggi.”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.