banner 325x300
banner 325x300
Nasional

Sinergi TNI–PERS Diperkuat Yonif 509 Jember, Tegaskan Pintu Komunikasi Terbuka : Kritis Boleh, Fitnah JANGAN!!!

×

Sinergi TNI–PERS Diperkuat Yonif 509 Jember, Tegaskan Pintu Komunikasi Terbuka : Kritis Boleh, Fitnah JANGAN!!!

Sebarkan artikel ini

JEMBER, SUARAREPUBLIK.COM  —

Hubungan TNI dan insan pers di Jember kembali mendapat ruang penguatan. PLH Danyonif 509/Balawara Yudha Jember Mayor Inf. Sigit Satria menerima Owner PT Cahaya Pers Group sekaligus Pimpinan Umum Jejak-Indonesia.id, JejakIndonesia.news dan Pedot.pro, Selamet Solichin alias Mbah Semar, di Markas Yonif 509/Balawara Yudha Jember. Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan menjadi momentum menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara institusi pertahanan dan media sebagai bagian dari kepentingan masyarakat, Selasa (02/09/2026).

Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya pembentukan opini publik, komunikasi yang buruk antara aparat dan media berpotensi melahirkan kesalahpahaman. Sebaliknya, komunikasi yang terbuka dapat menjadi jembatan untuk memastikan informasi yang beredar tidak berhenti pada asumsi, rumor maupun opini sepihak. Karena itu, sinergi TNI dan pers dinilai harus dibangun secara nyata, bukan hanya ketika kamera menyala atau ketika ada agenda seremonial.

Mayor Inf. Sigit Satria menegaskan bahwa media memiliki posisi strategis dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Namun, kekuatan tersebut harus dibarengi tanggung jawab jurnalistik. Fakta harus menjadi pijakan utama dan keberimbangan tidak boleh ditinggalkan.

BACA JUGA:  Jaga Jakarta On The Spot, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi Serap Aspirasi Warga Kelurahan Tangki

“Pertemuan ini merupakan bagian dari silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik. Kami berharap sinergitas antara TNI dan media terus berjalan secara positif, karena komunikasi yang baik akan memberikan dampak yang baik pula bagi masyarakat,” ujar Mayor Inf. Sigit Satria.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pintu komunikasi Yonif 509/Balawara Yudha Jember terbuka. Ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan masyarakat, ruang dialog harus tersedia sehingga persoalan dapat diklarifikasi dan tidak berkembang menjadi bola liar yang berpotensi mengganggu kondusivitas wilayah.

“Kami ingin hubungan ini bukan hanya sebatas seremonial. Komunikasi harus terus dibangun. Ketika ada persoalan di masyarakat, mari kita komunikasikan dengan baik dan bersama-sama mencari solusi yang terbaik,” tegasnya.

BACA JUGA:  BNN Kota Binjai Gelar Razia Gabungan, 4 Orang Positif Narkoba

Namun demikian, keterbukaan komunikasi bukan berarti pers kehilangan fungsi kontrolnya. Pers tetap memiliki hak untuk kritis, mengawasi dan menyampaikan fakta kepada publik. Justru kritik yang lahir dari data dan verifikasi diperlukan agar setiap institusi tetap berjalan sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Yang harus dihindari adalah informasi tanpa dasar yang dapat merugikan masyarakat maupun pihak yang diberitakan.

“Pers memiliki kekuatan dalam membentuk opini publik. Karena itu, kami berharap pemberitaan tetap mengedepankan fakta, keseimbangan dan kepentingan masyarakat. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru menimbulkan keresahan,” katanya.

Mbah Semar menyambut positif sikap terbuka tersebut. Menurutnya, media tidak seharusnya hanya muncul ketika ada persoalan atau konflik. Media juga harus mampu menjadi ruang komunikasi dan bagian dari penyelesaian masalah dengan tetap mempertahankan independensi serta profesionalisme jurnalistik.

“Media jangan hanya hadir ketika ada masalah. Media juga harus menjadi bagian dari solusi. Kami siap membangun komunikasi dengan TNI dan seluruh stakeholder demi kepentingan masyarakat serta kondusivitas wilayah Jember,” tegas Mbah Semar.

BACA JUGA:  Pangdam XIX Tuanku Tambusai Hadiri Pemusnahan 1,3 Ton Ketamin Hasil Pengungkapan MV King Sun

Ia menegaskan bahwa sinergi tidak boleh dimaknai sebagai upaya membungkam kritik maupun menjadikan media sebagai corong institusi. Sinergitas justru harus menjadi ruang untuk saling mengingatkan. TNI menjalankan tugasnya, pers menjalankan fungsi jurnalistiknya, sementara masyarakat mendapatkan hak atas informasi yang benar, faktual dan berimbang.

Pertemuan di Markas Yonif 509/Balawara Yudha Jember tersebut akhirnya membawa satu pesan tegas : Komunikasi harus dibuka, fakta harus dijaga, kritik harus dihormati dan kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok. TNI kuat bersama rakyat, pers kuat bersama independensinya. Jika komunikasi berjalan tanpa sekat dan profesionalisme tetap menjadi panglima, maka sinergi TNI–pers bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan bersama untuk menjaga Jember tetap aman, kondusif dan bermartabat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *