banner 325x300
banner 325x300
Nasional

Rahman Priyono: Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Industri Teh

×

Rahman Priyono: Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Industri Teh

Sebarkan artikel ini

Suara Republik | Jakarta — Pelaku industri teh nasional didorong memperkuat kolaborasi dan sinergi untuk menghadapi berbagai tantangan yang masih membayangi sektor perkebunan dan perdagangan teh di Indonesia.

Direktur Utama PT Agriwangi Sentosa, Rahman Priyono, mengatakan pelaku industri teh tidak dapat menghadapi tantangan tersebut secara sendiri-sendiri. Menurutnya, diperlukan wadah bersama untuk menyatukan strategi dan mendorong peningkatan daya saing teh Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional.

Hal itu disampaikan Rahman saat memberikan sambutan pada gelaran 4th National Tea Competition Indonesia 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian pameran Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Rahman mengatakan PT Agriwangi Sentosa telah berpartisipasi dalam tiga dari empat kali penyelenggaraan kompetisi yang digagas Asosiasi Teh Indonesia (ATI) tersebut.

BACA JUGA:  Polda Babel Gelar Anjangsana ke Purnawirawan Hingga Tomas, Sambut HUT Bhayangkara ke - 80

Ia menilai kompetisi tersebut memiliki suasana yang berbeda karena tidak sekadar mempertemukan para pelaku industri dalam sebuah ajang persaingan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persahabatan dan kebersamaan.

“Meskipun judulnya kompetisi, suasana persahabatannya jauh lebih menonjol dibandingkan persaingannya. Para insan teh membawa suasana yang hangat dan penuh kegembiraan, dan ini sangat positif bagi industri kita,” ujar Rahman.

Rahman juga menyampaikan apresiasi kepada ATI yang telah menyelenggarakan kompetisi tersebut melalui proses panjang, mulai dari pengumuman, pengumpulan puluhan sampel teh, hingga proses penjurian.

Menurut dia, ajang kompetisi nasional seperti National Tea Competition memiliki arti strategis dalam memperkenalkan sekaligus meningkatkan citra teh Indonesia.

BACA JUGA:  Polri Geledah Cafe de' CLAN dan Koin Money Changer Terkait Mega Korupsi Batu Bara

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap kualitas teh produksi dalam negeri, tetapi juga mampu menarik perhatian pembeli atau buyers dari mancanegara sehingga membuka peluang pasar ekspor yang lebih luas.

“Tantangan industri teh saat ini sangat berat. Kita tidak akan mampu bertahan jika berjuang sendiri-sendiri. Wadah seperti Asosiasi Teh Indonesia maupun Dewan Teh Indonesia menjadi perekat penting agar kita bisa menyatukan strategi, bersepakat, dan maju bersama demi kemajuan teh Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, industri teh nasional masih menghadapi sejumlah persoalan, antara lain dinamika harga dan kondisi cuaca yang berdampak terhadap produksi.

Direktur PT Agriwangi Sentosa Rachman Priyono mengatakan fenomena cuaca kering akibat El Niño menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi produksi teh nasional.

BACA JUGA:  Kunjungan Gubernur Bobby ke PLN Bukan Pencitraan : Tugas Kepala Daerah Adalah Perjuangkan Rakyat

Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi tantangan bagi produsen untuk menjaga kesinambungan produksi sekaligus mempertahankan kualitas teh yang dihasilkan.

Melalui National Tea Competition 2026, para produsen teh lokal diharapkan semakin terpacu menjaga konsistensi mutu dan meningkatkan daya saing produk.
Selain penguatan dari sisi produksi dan kualitas, pelaku industri juga berharap dukungan pemerintah terus ditingkatkan, khususnya dalam memperkenalkan dan mempromosikan teh Indonesia melalui berbagai pameran serta forum perdagangan internasional.

Dengan kolaborasi antara pelaku usaha, asosiasi, dan pemangku kepentingan terkait, industri teh nasional diharapkan memiliki strategi yang lebih kuat untuk memperluas pasar dan meningkatkan posisi teh Indonesia di pasar global.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *