Karena itu, Kapendam mengingatkan masyarakat apabila ada pihak yang mengaku memiliki kemampuan untuk meloloskan calon prajurit dengan imbalan sejumlah uang, masyarakat diminta untuk tidak langsung percaya.

Kami mengingatkan bahasa halus seperti pasti lulus, bisa diloloskan, ada orang dalam, atau serahkan uang, anak dijamin masuk TNI, justru harus menjadi tanda bahaya bagi masyarakat, pesan Kapendam.

Masyarakat diminta mengikuti seluruh proses seleksi sesuai ketentuan dan tidak menyerahkan uang kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan. Sebab, praktik semacam itu bukan hanya berpotensi menyebabkan kerugian materi, tetapi juga dapat mencederai harapan anak – anak muda yang ingin mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI. (Tim)

Sumber : Pendam XV/Pattimura