Kobaran api di permukaan berhasil dikuasai. Namun, hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan masih terdapat potensi bara di bawah permukaan gambut. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena api bawah permukaan dapat bertahan dalam waktu lama, berpindah melalui lapisan gambut, dan kembali muncul ketika kondisi lahan mengering atau tertiup angin.

Untuk memastikan api tidak kembali menyala, Polda Kalsel kemudian menerapkan metode Gambut Injection di lokasi titik panas sekitar kawasan Bandara Syamsuddin Noor. Tahap pertama dilakukan dengan mendeteksi titik panas menggunakan drone thermal. Setelah lokasi teridentifikasi, petugas menentukan titik penyuntikan dan menyalurkan cairan surfaktan ke lapisan gambut yang masih menyimpan panas.

Cairan tersebut bekerja dengan membasahi lapisan gambut secara lebih dalam dan membantu menekan sumber bara. Dengan demikian, proses pemadaman tidak hanya dilakukan terhadap api yang terlihat di permukaan, tetapi juga diarahkan untuk menghentikan proses pembakaran yang berlangsung di bawah tanah.

Hasil uji coba di lokasi tersebut menunjukkan adanya penurunan suhu yang signifikan. Titik panas yang sebelumnya terdeteksi memiliki suhu sekitar 130°C turun menjadi sekitar 30°C setelah dilakukan penyuntikan cairan pemadam. Selain itu, asap yang sebelumnya terlihat di lokasi menghilang dalam waktu kurang dari dua menit.

Penurunan suhu tersebut menjadi indikator bahwa metode Gambut Injection mampu membantu mendinginkan lapisan gambut dan menekan potensi bara yang dapat memicu kebakaran susulan. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak terdapat titik panas baru di sekitar lokasi.

Untuk mendukung penerapan metode tersebut, Bidlabfor Polda Kalsel telah memproduksi sekitar 3.000 liter konsentrat surfaktan. Konsentrat tersebut dapat dicampurkan dengan sekitar 300.000 liter air, sehingga dapat digunakan untuk menangani area yang lebih luas.

Produksi konsentrat akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan. Polda Kalsel juga terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas metode, kebutuhan peralatan, pola penyuntikan, serta strategi pemantauan pascapemadaman.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar sumber api hingga ke bawah permukaan.

“Pada Kamis, 27 Agustus 2026, Kapolda Kalsel turun langsung di Posko BPBD Tegal Arum, dalam perjalanan menuju Posko Pantau Karhutla Desa Pengayuan, serta di lokasi titik api sekitar Bandara Syamsuddin Noor. Kapolda mengecek langsung kondisi lahan dan memerintahkan pengerahan AWC serta kendaraan Karhutla Satbrimob Polda Kalsel dari Posko BPBD Tegal Arum. Ini untuk memastikan seluruh langkah penanganan, termasuk inovasi Gambut Injection, pengerahan personel, dan penggunaan peralatan, benar-benar dilakukan secara maksimal dan efektif di lapangan,” ujar Trunoyudo.

Menurutnya, kehadiran pimpinan di lapangan penting untuk memastikan proses pemadaman berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Selain itu, pengecekan langsung juga diperlukan untuk memastikan seluruh peralatan, personel, dan dukungan lintas instansi dapat digunakan secara optimal.