BeritaRepublikViral.com || GRESIK Seorang pria asal Kota Surabaya dilaporkan meninggal dunia secara mendadak saat berada di sebuah warung kopi di Dusun Gantang Baru, Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Korban diketahui bernama Indra Puryanto (40), warga Kelurahan Bringin, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik warung kopi, Nyamiatun. Saat itu, korban diketahui hendak membayar minuman yang telah dipesannya. Namun secara tiba-tiba korban terjatuh.
Melihat kejadian tersebut, Nyamiatun kemudian meminta pertolongan kepada salah seorang pengunjung warung kopi, Sumadi, untuk mengecek kondisi korban. Setelah dilakukan pengecekan awal, korban diketahui sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada petugas Polsek Menganti. Tidak berselang lama, anggota kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan adanya peristiwa seorang pria yang meninggal dunia secara mendadak di wilayah Desa Boboh.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, anggota Polsek Menganti langsung mendatangi tempat kejadian perkara, mengamankan TKP, mencari dan meminta keterangan saksi, serta melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban,” ujar AKP Arif Rahman.
Selanjutnya, jenazah korban bersama pihak keluarga dibawa ke RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan luar atau visum.
“Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas medis, tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan lainnya pada tubuh korban,” terang Kapolsek.
Menurut keterangan pihak keluarga, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan gangguan saraf.
Kapolsek menambahkan, pihak keluarga telah menyatakan ikhlas menerima meninggalnya almarhum sebagai takdir dan tidak menghendaki dilakukan autopsi.
“Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan tidak menuntut dan menolak dilakukan autopsi. Keluarga juga menyampaikan telah ikhlas menerima meninggalnya almarhum serta menginginkan jenazah segera dimakamkan,” pungkasnya.
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.







