Hari pertama pun menyapa dengan keindahan yang memukau: empat seni tradisi dari Kabupaten Solok dan Agam memeriahkan panggung, diiringi harmoni musik Soundenai yang merambat lembut menyentuh setiap jiwa yang hadir.
Saraso Fest kini berdiri di hadapan kita — sebuah janji bahwa selama masih ada yang menyanyi, menari, dan menjaga, Sumatera Barat takkan kehilangan jiwanya.(Tb Mhd Arief Hendrawan)
Halaman







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.