


“Kalau di sini kami lebih menjual teknik. Jadi bukan hanya refleksi atau tradisional. Ada timer, Japanese massage dan berbagai pilihan lainnya. Konsepnya seperti supermarket untuk tempat massage karena pilihannya cukup lengkap,” kata Jeny.
Selain massage, Tanuki juga menawarkan paket perawatan wanita, antara lain ratus dan totok wajah. Perawatan tersebut mengusung konsep perawatan tubuh dari luar dan dalam yang terinspirasi dari tradisi perawatan perempuan di Indonesia.
Di area lainnya, pelanggan juga dapat menikmati fasilitas bernuansa Jepang, termasuk onsen dengan penggunaan produk yang didatangkan dari Jepang.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi salah satu upaya Tanuki menghadirkan pengalaman perawatan yang berbeda bagi pelanggan.

Tanuki Family Massage saat ini beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB, sedangkan Tanuki Studio Beauty Haus buka mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIB.
Jeny menambahkan, konsep dan nama Tanuki juga memiliki keterkaitan dengan budaya Jepang. Tanuki dikenal dalam folklor Jepang sebagai makhluk yang kerap dikaitkan dengan keberuntungan dan kemakmuran.
“Nama Tanuki ini kami ambil dari inspirasi dan cerita sejarah Jepang. Tanuki dianggap membawa keberuntungan. Harapannya, semangat itu juga bisa membawa keberuntungan dan hal-hal positif bagi usaha ini,” ujarnya.
Ke depan, Jeny berharap Tanuki dapat terus berkembang dan membuka lebih banyak kesempatan kerja. Ia juga ingin setiap pelanggan yang datang mendapatkan pengalaman positif.

“Saya berharap usaha ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang, terutama karyawan. Semoga semakin berkembang dan pelanggan yang datang bisa merasa happy, mendapatkan pengalaman yang positif, lalu pulang dengan membawa energi positif,” pungkasnya.
#Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus
#Media Partners Tanuki Family Massage dan Tanuki Studio Beauty Haus










Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.