Sebanyak 16 kegiatan telah dilakukan, termasuk 7 edukasi dan penyuluhan, 3 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 3 kegiatan spiritual dan doa bersama, serta 3 kegiatan sinergitas instansi dan peningkatan kapasitas personel.
Untuk pendekatan spiritual, Satgas bersama unsur pemerintah, TNI dan masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa dan doa bersama di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur, lingkungan Polres Kutai Kartanegara, dan wilayah Berau.
Selain itu, peserta didik memberikan penguatan kepada Bhabinkamtibmas dan fungsi Samapta mengenai pemetaan wilayah rawan dan langkah mitigasi karhutla.
175 Kegiatan, 97 di Antaranya Edukasi dan Penyuluhan
Secara keseluruhan, rekapitulasi empat Polda mencatat 175 kegiatan lapangan yang telah dilaksanakan.
Dari jumlah tersebut, 97 kegiatan merupakan edukasi, penyuluhan dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.
Rinciannya:
* Kalbar: 104 personel — 91 kegiatan — 55 edukasi/penyuluhan;
* Kalteng: 48 personel — 27 kegiatan — 16 edukasi/penyuluhan;
* Sumsel: 38 personel — 41 kegiatan — 19 edukasi/penyuluhan;
* Kaltim: 10 personel — 16 kegiatan — 7 edukasi/penyuluhan.
Karo Penmas: Terus Bergerak Menjangkau Warga
Karo Penmas Polri menegaskan bahwa pengerahan peserta didik merupakan bagian dari upaya Polri merespons ancaman karhutla secara cepat dan menyeluruh.
“Karhutla tidak bisa menunggu. Sejak 27 Agustus, para perwira peserta didik sudah bergerak bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Mereka tidak menunggu api membesar, tetapi hadir dari hulu untuk mencegahnya.”
Menurutnya, bentuk kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah.
“Ada yang bergerak dari pintu ke pintu memberikan edukasi, membagikan masker, membantu masyarakat, melakukan pemetaan, membantu penanganan titik api, sampai bersama masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa di Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Berau. Semua dilakukan karena Polri ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat.”
Karo Penmas menambahkan, kegiatan tersebut belum berhenti.
“Ini bukan kegiatan yang berhenti setelah satu atau dua kali penyuluhan. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga, khususnya di wilayah yang memiliki potensi karhutla. Semakin dekat kita dengan masyarakat, semakin cepat kita membangun kesadaran dan mendeteksi potensi kebakaran.”
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat.
“Masyarakat adalah bagian dari garda terdepan pencegahan. Satu warga yang memilih tidak membakar lahan, satu informasi yang cepat disampaikan dan satu titik api yang segera dilaporkan dapat mencegah kebakaran menjadi lebih besar.”
Polri memastikan edukasi dan pembinaan masyarakat berjalan beriringan dengan deteksi dini, pemetaan, koordinasi lintas sektoral, pemadaman dan penegakan hukum.
Polri mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah atau daun kering sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Dari pintu ke pintu hingga rumah ibadah, dari membagikan masker hingga membantu memadamkan api, Polri terus bergerak bersama masyarakat.










Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.