Polwan mengingatkan, apabila menghadapi situasi demikian, pelajar tidak perlu takut ataupun merasa malu untuk meminta pertolongan.

“Jangan panik dan jangan menuruti permintaan pelaku. Simpan bukti, blokir pelaku dan segera ceritakan kepada orang tua, guru atau pihak kepolisian. Ingat, korban tidak boleh disalahkan. Yang salah adalah pelakunya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, para Polwan juga mengajak pelajar menjadi generasi digital yang cerdas dengan tidak mudah percaya kepada orang asing, tidak tergiur uang instan, berani mengatakan tidak terhadap hal yang salah serta berani melapor ketika menghadapi ancaman atau kejahatan.

Kegiatan ditutup dengan pesan agar para pelajar senantiasa menjaga diri, baik di lingkungan sekolah maupun di dunia digital.

“Masa depan adik-adik sangat berharga. Jangan sampai masa depan itu rusak hanya karena satu postingan, satu klik atau satu chat dengan orang yang tidak dikenal,” pesan Polwan kepada para siswa.

Melalui Polwan Goes to School, Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk terus membangun kedekatan dengan generasi muda melalui pendekatan yang humanis dan edukatif.

Kegiatan ini sekaligus diharapkan mampu memperkuat kesadaran pelajar dalam menciptakan lingkungan sekolah dan ruang digital yang aman, sehat serta bermartabat. (Tim)