Setelah korban tidak berdaya, tubuh korban dipindahkan ke bagian belakang kendaraan. AP kemudian mengambil alih kemudi dan membawa kendaraan tersebut menuju lokasi lain.
Dalam perjalanan, keduanya sempat berhenti untuk membeli rokok dan tali. Setelah melanjutkan perjalanan, korban yang saat itu masih menunjukkan tanda-tanda bergerak kemudian dibuang di kawasan perkebunan tebu di Jalan Segitiga, Dusun 22, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak.
Kedua tersangka selanjutnya melarikan diri dengan membawa mobil milik korban. Kendaraan tersebut kemudian dijual seharga Rp17 juta.
Berbekal hasil penyelidikan dan kerja sama Polres Belawan dengan Ditreskrimum Polda Sumut, polisi akhirnya berhasil menangkap AP dan GPM pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 03.30 WIB di sebuah penginapan OYO di Jalan Panglima Denai, Medan Amplas.
Cornelius menyebut penangkapan tersebut dilakukan sekitar delapan jam setelah jasad korban ditemukan.
“Berhasil menangkap kedua pelaku ini pada hari Jumat 14 Agustus 2026, berkisar pukul 03.30. Kurang lebih delapan jam sejak ditemukannya mayat si korban,” ungkapnya.
Selain kedua pelaku utama, polisi juga menangkap dua orang yang diduga sebagai penadah mobil korban. Kendaraan tersebut telah diamankan sebagai barang bukti.
“Mobil sudah dijual dengan harga Rp17 juta dan itu sudah dibeli. Kemudian si penadahnya juga sudah kita tangkap sebanyak dua orang dan juga sudah kita proses. Untuk penahanannya juga sudah kita tahan,” kata Cornelius.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 459 subsider Pasal 458 dan/atau Pasal 479 dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.
Cornelius menambahkan, berdasarkan penelusuran data kepolisian, AP dan GPM diduga baru pertama kali melakukan kejahatan dengan modus tersebut. Sementara terkait asal narkotika yang digunakan keduanya, penyidik masih melakukan pendalaman.
“Kedua pelaku itu masih baru pertama kali ini melakukan kejahatan tersebut,” ujarnya.
Hingga kini, kedua tersangka utama telah ditahan di Polda Sumut untuk menjalani proses hukum. Penyidik juga masih mendalami asal narkotika yang digunakan para tersangka sebelum melakukan aksi kejahatan tersebut. (Tim)










Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.