Secara keseluruhan, bantuan yang dikirimkan Polri berasal dari Mabes Polri dan jajaran kewilayahan. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, kasur, selimut, perlengkapan bayi, sarana komunikasi, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.

Selain bantuan logistik, Polri juga telah mengirimkan sebanyak 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT. Personel tersebut diperkuat dengan kemampuan SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, hingga dukungan pendistribusian bantuan.

Khusus pada kegiatan Selasa (18/8/2026), Kapolri juga telah menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 buah mainan anak-anak, 39 buah kasur, 10 buah tandon air, serta 36 boks obat-obatan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

Polri terus memperkuat koordinasi dengan BNPB, BPBD, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat untuk memastikan penanganan berjalan terpadu.

“Penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Polri terus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait. Selama masyarakat masih membutuhkan bantuan, personel Polri akan terus berada di lapangan dan dukungan logistik akan terus kami dorong sesuai kebutuhan,” tegas Trunoyudo.

Memasuki hari keenam pascagempa, Brimob terus bergerak, personel Polri terus melayani, dan bantuan logistik terus dikirim menuju wilayah terdampak. Sejak awal bencana hingga hari ini, Polri konsisten hadir untuk membantu, melindungi, dan memastikan masyarakat terdampak gempa di NTT tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.

 

Sumber : Humas Polda Kaltim

Editor : Aroel Mandang