Berita

GUNCANG KENDAHE! Dugaan Bawa Kabur Perahu dan Ancaman Pembakaran, Abdul Taguriri Diminta Segera Ditangkap Polisi

SUARAREPUBLIK.COMSANGIHE — Dugaan persoalan yang melibatkan seorang pria bernama Ropino Ganawan alias Abdul Taguriri, yang disebut-sebut berasal dari Filipina, menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai dugaan membawa kabur satu unit perahu jenis pambut yang kemudian disebut ditinggalkan di Desa Talawid.13/08/26

Informasi tersebut mencuat melalui unggahan mantan istrinya di media sosial. Dalam keterangannya, sang mantan istri juga menyebut Abdul pergi bersama seorang perempuan yang disebut sebagai Rusmiati Lendes alias “Kosong Dua”. Keduanya disebut berada di wilayah Desa Kendahe Sahabe, Kecamatan Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Persoalan semakin menjadi perhatian karena sang mantan istri menyebut Abdul mengaku masih berstatus bujang. Sementara itu, menurut keterangannya, Abdul disebut telah berkeluarga dan memiliki seorang anak.

Sang mantan istri berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Ia mengaku masalah ini sebelumnya telah dilaporkan di Desa Kendahe dan sempat ditangani oleh pemerintah desa melalui Sekretaris Desa (Sekdes), namun pihaknya kemudian diarahkan untuk melaporkan persoalan tersebut kepada kepolisian.

Dugaan Ancaman Bakar Perahu

Yang lebih serius, pemilik perahu disebut telah meminta klarifikasi kepada Abdul terkait keberadaan perahu tersebut. Dalam komunikasi yang diklaim terjadi, Abdul disebut mengeluarkan pernyataan bernada ancaman bahwa apabila pemilik perahu melaporkan dirinya kepada polisi, perahu tersebut akan dibakar.

Abdul juga disebut mengatakan dirinya tidak takut terhadap aparat penegak hukum Indonesia dan membandingkannya dengan kepolisian di negaranya.

Jika pernyataan tersebut benar dan dapat dibuktikan, dugaan ancaman tersebut tentu bukan persoalan sepele. Aparat perlu memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam pernyataan maupun tindakan yang dilaporkan, termasuk dengan meminta keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui langsung kejadian.

Keterangan Saling Bertolak Belakang

Sementara itu, ketika Rusmiati Lendes ditanya mengenai hubungannya dengan Abdul, ia disebut berulang kali mengatakan bahwa keduanya sudah tidak lagi bersama.

Namun, informasi lain yang diterima menyebutkan bahwa keduanya diduga berada di satu lokasi perkebunan dan melakukan aktivitas pengolahan kelapa menjadi kopra.

Perbedaan keterangan tersebut tentunya perlu diklarifikasi secara objektif oleh pihak berwenang agar tidak berkembang menjadi tuduhan tanpa dasar.

Polisi Diminta Tidak Tutup Mata

Publik kini menunggu langkah tegas Polsek Kendahe dan Polres Kepulauan Sangihe untuk memeriksa seluruh laporan dan informasi yang beredar secara profesional.

Perlu ditegaskan, tuduhan mengenai zina, penyelundupan maupun tindak pidana lainnya tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta sebelum adanya pemeriksaan dan pembuktian oleh aparat penegak hukum.

Termasuk informasi yang beredar bahwa Abdul diduga berkaitan dengan penyelundupan ayam maupun minuman dari Filipina, hal tersebut juga perlu diverifikasi melalui penyelidikan resmi. Jangan sampai informasi masyarakat berhenti sebagai rumor tanpa proses hukum yang jelas.

Jika benar terdapat dugaan membawa atau menguasai perahu tanpa hak, ancaman membakar barang milik orang lain, maupun tindak pidana lainnya, maka aparat penegak hukum harus bertindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Publik tidak membutuhkan janji. Publik membutuhkan kepastian hukum.

Apabila laporan telah dibuat, saksi telah tersedia dan terdapat bukti awal yang cukup, maka aparat wajib menindaklanjutinya secara transparan dan profesional.

Hukum tidak boleh tunduk pada siapa pun baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing.

 

(REDAKSI)

Gema Kemerdekaan di Atas Papan Catur: Relawan RT 03 Wijaya Kusuma Gelar ‘Catur Relawan Cup 2026’ JAKARTA BARAT – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Jalan Swadaya 6, RT 03/RW 06, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para relawan setempat memilih cara unik untuk merayakan: bertanding catur. Ajang bertajuk “Catur Relawan Cup 2026” ini bukan sekadar kompetisi strategi di atas papan hitam-putih. Lebih dari itu, turnamen yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (11–13 Agustus 2026), menjadi simbol perekat sosial di tingkat akar rumput. Diinisiasi oleh Pos Pantau Keamanan dan Relawan RT 03, turnamen ini sukses menyedot perhatian warga. Suara bidak yang digeser dan langkah kuda yang melompat terdengar bersahut-sahutan, menandai ketegangan setiap babak penyisihan hingga final. Lebih Dari Sekadar Menang-Kalah Ketua Relawan RT 03, Jumhani, menekankan bahwa esensi kegiatan ini terletak pada nilai kebersamaan. Baginya, catur adalah media strategis untuk mengasah kekompakan tim relawan yang sehari-hari bertugas menjaga keamanan lingkungan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menjalin silaturahmi dan meningkatkan kekompakan antarrelawan,” ujar Jumhani di sela-sela pertandingan. “Selain berkompetisi, yang paling penting adalah kebersamaan dan semangat menyambut HUT Kemerdekaan RI.” Suasana di lokasi dipenuhi semangat sportivitas tinggi. Para peserta, yang merupakan warga lokal dan anggota relawan, tampak fokus memeras otak, mencari celah strategi jitu untuk menjatuhkan lawan. Sorak-sorai penonton sesekali pecah ketika terjadi blunder atau langkah brilian dari para pemain. Ipang Taklukkan Lawan, Raih Juara I Setelah melalui persaingan sengit selama tiga hari, empat nama akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang utama. Ipang tampil paling dominan dan konsisten, berhasil menggondol gelar Juara I. Disusul oleh Sujoni yang harus puas berada di posisi Juara II, serta Encep yang mengamankan tempat ketiga sebagai Juara III. Sementara itu, Eman berhasil menembus empat besar dan meraih gelar Juara IV. Keberhasilan turnamen ini membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus berupa upacara besar atau pawai. Kegiatan sederhana di tingkat lingkungan ternyata memiliki daya magis dalam menjaga semangat gotong royong. Jumhani berharap, tradisi positif ini dapat terus dilestarikan. “Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan semakin meriah. Yang terpenting, kebersamaan dan kekompakan relawan tetap terjaga,” pungkasnya. Dengan berakhirnya Catur Relawan Cup 2026, semangat kemerdekaan di RT 03 Wijaya Kusuma kian membara, siap menyambut usia ke-81 Indonesia dengan hati yang bersatu dan pikiran yang strategis
Berita

Gema Kemerdekaan di Atas Papan Catur: Relawan RT…

Exit mobile version