
BRV-PALEMBANG — Aksi kekerasan yang diduga dilakukan sekelompok pengendara sepeda motor kembali meresahkan warga Kota Palembang. Dua pemuda, RK (23) dan ZK (17), menjadi korban penganiayaan setelah berpapasan dengan sekelompok pengendara motor di Jalan KH. A. Dahlan, tepatnya di depan Mie Gacoan, pada dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi Kamis 06/08/2026 sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, kedua korban baru selesai makan di Mie Gacoan dan hendak pulang. Namun, dalam perjalanan, mereka berpapasan dengan sekelompok pengendara motor yang diduga membawa senjata tajam.
Hingga saat ini, motif kejadian tersebut belum diketahui secara pasti. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kelompok tersebut diduga secara tiba-tiba mengejar kedua korban.
Dalam insiden itu, korban diduga dipepet hingga kehilangan kendali dan terjatuh di area trotoar. Tidak berhenti di situ, puluhan pelaku diduga melakukan pengeroyokan secara bersama-sama dengan menggunakan senjata tajam.
Akibat kejadian tersebut, RK mengalami sejumlah luka serius, di antaranya luka bacok pada bagian punggung, bahu kanan, dan kaki kanan.
Sementara itu, ZK mengalami kondisi yang lebih kritis. Ia dilaporkan terkapar dan tidak sadarkan diri setelah mengalami luka bacok di bagian kepala, tepatnya di atas telinga sebelah kiri.
Melihat kedua korban tergeletak dalam kondisi terluka, warga sekitar segera memberikan pertolongan. Keduanya kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Tidak terima atas kejadian tersebut, pihak keluarga melaporkan dugaan penganiayaan ini ke Polsek Ilir Barat I.
Keluarga berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap identitas para pelaku dan menangkap pihak-pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
“Kami berharap para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali,” ujar pihak keluarga korban.
Parahnya lagi setelah melakukan penganiayaan terhadap korban terduga pelaku bahkan dengan bangganya serta tanpa adanya rasa menyesal mereka memposting kejadian tersebut di media online yg menjadi viral.”tambah pihak keluarga
Laporan tersebut telah diterima oleh SPKT Polsek Ilir Barat I, yang dalam penerimaannya ditangani oleh AIPTU Alex Safran.
Selanjutnya, pihak kepolisian diharapkan dapat melakukan
penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa, mengidentifikasi para pelaku, serta mengungkap motif di balik dugaan penganiayaan tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat terkait meningkatnya aksi kekerasan yang melibatkan kelompok pengendara motor dan penggunaan senjata tajam di jalanan. Warga berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas apabila para pelaku terbukti bersalah.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan atas laporan dugaan penganiayaan tersebut masih terus berlangsung.red andre.