Suara Republik. Com
Sangatta, 29 Agustus 2026
Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengambil langkah spiritual dengan menggelar Salat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Kantor Bupati Kutim, Kawasan Perkantoran Bukit Pelangi, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu (29/8/2026) pagi.
Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah,.turut hadir bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, serta jajaran Forkopimda dan instansi terkait.
Selain unsur pemerintah daerah, kegiatan juga dihadiri Dandim 0909/KTM Letkol Czi Zaenal Abidin, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Yahya Junarko, Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah, Kepala BPBD Kutim Sulastin, serta unsur TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, dan Damkar.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan personel gabungan dari Polres Kutim, Kodim 0909/KTM, Lanal Sangatta, Brigif TP 32/Mkl, Satpol PP, BPBD, dan Damkar turut mengikuti Salat Istisqa.
Pelaksanaan ibadah dipimpin oleh Ustadz H. Abdul Majid sebagai imam. Ustadz H. Abdul Basith bertugas sebagai khotib, sementara Ustadz Muhammad Irwansyah bertindak sebagai bilal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan tata cara Salat Istisqa. Selanjutnya, para peserta melaksanakan Salat Sunnah Istisqa, mendengarkan khotbah, hingga memanjatkan doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan di wilayah Kabupaten Kutai Timur.
Salat Istisqa merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan umat Islam untuk memohon turunnya hujan, terutama saat terjadi kemarau panjang dan kekeringan.
Berdasarkan catatan kegiatan, pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan sebagai ikhtiar spiritual di tengah kondisi kemarau panjang yang disebut berkaitan dengan fenomena El Niño dan diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026.
Melalui doa bersama tersebut, seluruh unsur yang hadir berharap rahmat Allah SWT segera menurunkan hujan di wilayah Kutai Timur, sekaligus membantu mengurangi dampak kemarau dan potensi kekeringan yang terjadi di daerah tersebut.
