banner 325x300
banner 325x300
BeritaDaerahHukumKriminalPeristiwaTNI/POLRIViral

Viral!!! Diduga Transaksi Jual Beli Mobil Berujung Pengeroyokan, Warga Sipil dan Personel TNI Jadi Korban di Kompleks Bumi Asri

×

Viral!!! Diduga Transaksi Jual Beli Mobil Berujung Pengeroyokan, Warga Sipil dan Personel TNI Jadi Korban di Kompleks Bumi Asri

Sebarkan artikel ini

Suararepublik.com Medan 26/7/26 – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi pengeroyokan terhadap seorang warga sipil dan seorang personel TNI viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut terjadi di Komplek Bumi Asri, Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang beredar, insiden itu diduga bermula dari rencana transaksi jual beli sebuah mobil Honda WR-V. Pihak yang mengaku sebagai calon pembeli disebut mengundang agen penjual untuk bertemu di lokasi.

BACA JUGA:  RSUD Cerah Medika Sebagai Aset Daerah Didorong Berdaya Guna bagi Kepentingan Masyarakat

Namun, situasi diduga berubah menjadi ricuh. Agen penjual yang datang bersama seorang personel TNI disebut diteriaki sebagai “maling” sebelum akhirnya diduga menjadi korban pengeroyokan. Selain personel TNI, seorang warga sipil juga dilaporkan mengalami tindak kekerasan dalam peristiwa tersebut.

Dalam narasi yang beredar di media sosial, sejumlah orang yang berada di lokasi, termasuk seorang perempuan berbaju putih, disebut diduga memiliki peran dalam rangkaian kejadian. Namun, informasi tersebut masih sebatas klaim yang beredar dan belum memperoleh konfirmasi dari aparat penegak hukum.

BACA JUGA:  Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Belum Buka Suara, Keluarga Korban Pencurian yang Mengaku Jadi Tersangka Bentangkan Spanduk Minta Digelar RDP

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun TNI terkait kronologi lengkap, identitas para pihak yang terlibat, maupun motif sebenarnya dalam insiden tersebut. Proses penyelidikan diharapkan dapat mengungkap fakta secara utuh.

Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi atau menyimpulkan siapa yang bersalah sebelum adanya hasil penyelidikan serta keterangan resmi dari pihak berwenang. (Tim)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *