Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.
“Polri tidak hanya hadir melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan. Ketika hubungan itu terjalin dengan baik, maka keamanan dan kedamaian akan tumbuh bersama,” ujar Kaops Damai Cartenz.
Ia menambahkan, menjaga situasi keamanan tidak cukup hanya melalui langkah-langkah operasional, tetapi juga dengan membangun komunikasi, kepedulian, dan kebersamaan bersama seluruh elemen masyarakat.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menilai bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan masa depan Papua yang lebih baik.
“Melalui Honai Belajar, kami ingin memastikan anak-anak memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan meraih cita-cita. Pendidikan adalah bekal terbaik bagi generasi penerus Papua, sementara kebersamaan antara masyarakat dan aparat menjadi fondasi utama terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” katanya.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Tembagapura akhirnya meninggalkan lebih dari sekadar rangkaian acara. Di balik pembagian perlengkapan sekolah, bantuan sembako, dan gelak tawa anak-anak, tersimpan harapan akan masa depan yang lebih damai. Melalui sentuhan kemanusiaan, pelayanan yang tulus, serta kepedulian terhadap pendidikan, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polsek Tembagapura terus membangun kepercayaan masyarakat, karena kedamaian yang sejati lahir dari hubungan yang erat antara aparat dan warga yang saling menjaga serta saling menguatkan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.