banner 325x300
banner 325x300
Berita

Kasus Korban Disuruh dan Dampingi Polisi Nangkap Maling Jadi Tersangka di Polrestabes Medan Diduga Intervensi Oknum Mantan Wakapolda Sumut?

×

Kasus Korban Disuruh dan Dampingi Polisi Nangkap Maling Jadi Tersangka di Polrestabes Medan Diduga Intervensi Oknum Mantan Wakapolda Sumut?

Sebarkan artikel ini

Suararepublik.com Medan 27/7/26 – Kasus yang menimpa keluarga korban pencurian toko ponsel di Pancur Batu kembali menjadi sorotan. Perkara yang awalnya bermula dari laporan pencurian justru berujung pada penetapan sejumlah anggota keluarga korban sebagai tersangka, padahal mereka mengaku diminta dan didampingi penyidik Polsek Pancur Batu untuk membantu menangkap terduga pelaku di sebuah hotel di Kota Medan.

Perkembangan perkara tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat. Di media sosial, sejumlah warganet menduga penanganan kasus tersebut tidak berjalan secara independen dan mempertanyakan kemungkinan adanya intervensi dari pihak tertentu terhadap proses penyidikan.

BACA JUGA:  8th Asian Taekwondo Indonesia Open 2026: PBTI Calling! Bidik Podium Asia, Bukti Kepercayaan Internasional di Era Ketum Letjen TNI Richard Tampubolon

Sejumlah komentar bahkan mengaitkan perkara tersebut dengan dugaan keterlibatan seorang oknum perwira tinggi Polri yang disebut-sebut oknum Brigjen yang diduga mantan wakapolda sumut yang memiliki pengaruh dalam penanganan perkara. Selain itu, muncul pula spekulasi yang mengaitkan dugaan intervensi tersebut dengan kepentingan pihak lain seperti bandar narkoba dan pengusaha ilegal. Namun hingga kini, seluruh dugaan tersebut belum terbukti dan belum terdapat keterangan resmi maupun.

Di sisi lain, korban pencurian yang melaporkan kedua orang tua pelaku pencurian dalam kasus dugaan tindak pidana penipuan bermodus surat perdamaian dan fintah memeras 250 yang sudah mereka laporkan 7 bulan yang lalu tidak di proses polisi sampai sekarang.

BACA JUGA:  Polres Lumajang Amankan Tersangka Spesialis Jambret Sasar Perempuan dan Anak

Keluarga korban mendesak agar seluruh proses penanganan perkara diaudit secara menyeluruh. Mereka meminta Mabes Polri, Divisi Propam Polri, dan pengawas internal kepolisian melakukan penelusuran apabila terdapat dugaan penyimpangan prosedur dalam proses penyidikan.

Kasus ini juga memunculkan tuntutan agar aparat penegak hukum membuka secara transparan dasar hukum penetapan tersangka terhadap pihak yang sebelumnya mengaku membantu aparat dalam menangkap terduga pelaku pencurian. Menurut keluarga korban, keterbukaan proses hukum diperlukan untuk menghilangkan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

BACA JUGA:  JPO Tendean Ditabrak Truk Alat Berat, Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak-pihak yang disebut dalam berbagai spekulasi tersebut mengenai dugaan intervensi yang beredar di media sosial. (Tim)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *