Ada saat-saat yang tampak sederhana, namun di sisi Allah memiliki nilai yang sangat besar. Salah satunya adalah waktu menunggu Sholat Isya berjamaah. Bagi sebagian orang, waktu ini mungkin hanya dianggap sebagai jeda sebelum sholat dimulai. Namun bagi mereka yang memahami keutamaan amal, setiap menit yang digunakan untuk menunggu sholat adalah kesempatan berharga untuk mengumpulkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Seperti yg terjadi hari ini Senin tgl 1 Juni 2026 dimana pemerintah menetapkan sebagai hari besar yaitu hari lahirnya Pancasila, Jamaah Musholla At-Tasya yg berlokasi di Jalan Jakarta 2 RT 81 Perum Samalow Kelurahan Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda Kal-Tim.
Ketika seseorang telah berwudhu, datang ke masjid, lalu duduk dengan niat menunggu waktu Sholat, sesungguhnya ia sedang berada dalam suasana ibadah. Waktu yang berlalu bukanlah waktu yang sia-sia. Setiap detik yang digunakan untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, bershalawat, berdoa, atau menuntut ilmu akan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan dunia dan akhirat. Bahkan, menunggu sholat dengan penuh harap dan keikhlasan merupakan bentuk kerinduan seorang hamba kepada panggilan Rabb-nya.
Lebih indah lagi apabila waktu menunggu Isya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat bagi sesama. Di serambi masjid, kita dapat menyapa jamaah yang baru datang, menanyakan kabar mereka, atau sekadar memberikan senyum yang tulus. Mungkin ada saudara kita yang datang dengan hati yang sedang gelisah, memikul beban kehidupan yang tidak terlihat oleh mata. Sapaan hangat dan perhatian sederhana bisa menjadi penguat yang sangat berarti bagi dirinya.
Masjid bukan hanya tempat untuk menunaikan sholat, tetapi juga tempat tumbuhnya kepedulian dan persaudaraan. Di sanalah orang kaya dan orang sederhana berdiri dalam satu saf tanpa perbedaan. Di sanalah hati-hati yang beriman dipertemukan oleh tujuan yang sama, yaitu mencari ridha Allah SWT. Karena itu, waktu menunggu Isya dapat menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, saling mengenal, saling membantu, dan saling mendoakan.
Apabila kita melihat ada jamaah yang kesulitan berjalan, bantulah dengan tangan yang ringan dan penuh keihlasan. Jika ada anak-anak yang datang ke masjid, bimbinglah mereka dengan kelembutan dan keihlasan agar tumbuh rasa cinta kepada rumah Allah. Bila ada jamaah yang membutuhkan bantuan, baik berupa nasihat, perhatian, maupun dukungan materi, jangan ragu untuk menunjukkan kepedulian sesuai porsinya, Setiap kebaikan yang dilakukan di jalan Allah tidak akan pernah sia-sia.
Betapa indahnya suasana ketika para jamaah memanfaatkan waktu menunggu Isya untuk bertukar ilmu, mengingatkan tentang kebaikan, membahas berbagai program kenyamanan jamaah, Lingkungan dan rogram sosial lainya, atau merencanakan bantuan bagi warga yang sedang mengalami kesulitan. Dari percakapan-percakapan sederhana itu lahir manfaat yang besar. Ada yang terbantu kebutuhannya, ada yang terangkat semangatnya, ada yang menemukan jalan keluar dari masalahnya. Semua bermula dari kepedulian yang tumbuh di lingkungan masjid./Musholla .
Menunggu Isya bukan sekadar menanti datangnya waktu sholat. Ia adalah kesempatan untuk melatih kesabaran, memperbanyak amal, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama, alangkah indahnya suasana seperti ini.
Setiap langkah menuju masjid, setiap dzikir yang terucap, setiap senyum yang diberikan, dan setiap bantuan yang disalurkan akan dicatat sebagai amal kebaikan di sisi Allah SWT.
Maka, marilah kita memuliakan waktu menunggu Isya dan waktu2 lainya dengan hal-hal yang bermanfaat. Jadikan masjid/ Musholla sebagai tempat bertemunya hati-hati yang penuh kasih sayang, tempat tumbuhnya kepedulian sosial, dan tempat lahirnya semangat untuk saling membantu. Semoga kebersamaan yang terjalin dalam menunggu waktu Isya menjadi sebab turunnya rahmat, keberkahan, dan ampunan Allah SWT bagi kita semua. Aamiin. 3x Yra.
