BANJARBARU, Suara Republik.Com//
Petugas gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah peternakan babi di Kelurahan Guntungmanggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sebagai tindak lanjut atas laporan warga terkait dugaan pencemaran bau yang mengganggu lingkungan permukiman.
Sidak berlangsung pada Selasa (28/7/2026) dengan melibatkan unsur Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKP3), Dinas PUPR, pihak kelurahan, kecamatan, serta aparat TNI-Polri.
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pemeriksaan berada di sekitar Perumahan Naya Cluster, Kelurahan Guntungmanggis. Kandang babi tersebut berada tidak jauh dari kawasan hunian warga dan sebelumnya telah menjadi objek pengaduan masyarakat.
Warga mengeluhkan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari aktivitas peternakan. Keluhan tersebut dinilai telah mengganggu kenyamanan lingkungan, sehingga mendorong pemerintah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Selain memeriksa kandang di kawasan Naya Cluster, tim gabungan juga mendatangi peternakan babi lain yang berada di sekitar kawasan Danau Seran, Guntungmanggis. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pengelolaan peternakan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan lapangan, tetapi juga memberikan sosialisasi kepada para pengelola peternakan mengenai regulasi dan kewajiban yang harus dipenuhi dalam menjalankan usaha peternakan di Kota Banjarbaru.
Camat Landasan Ulin, Dinny Wahyuni, mengatakan sidak dilakukan sebagai bagian dari tindak lanjut atas laporan masyarakat sekaligus upaya pembinaan kepada para pelaku usaha peternakan agar mematuhi aturan yang berlaku.
“Hari ini ada check and recheck ke lapangan sekaligus sosialisasi terkait peraturan daerah dan ketentuan teknis yang berlaku di lingkungan mereka,” ujar Dinny.
Pemerintah berharap kegiatan pengawasan dan pembinaan tersebut dapat menciptakan keseimbangan antara aktivitas usaha peternakan dan kenyamanan masyarakat sekitar, sekaligus mendorong pengelolaan peternakan yang lebih tertib, sehat, dan ramah lingkungan







