Suara Republik.com: Irsof
JAKARTA UTARA – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan metropolitan yang serba cepat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Administrasi Jakarta Utara mengambil langkah strategis untuk memastikan nilai-nilai keagamaan tetap menjadi kompas moral masyarakat. Melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I sekaligus Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) yang digelar pada Jumat (24/7/2026), MUI Jakarta Utara menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi penjaga akidah, tetapi juga mitra aktif dalam membangun masyarakat yang religius, berintegritas, dan berdaya saing.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Bahari, Lantai 14, Gedung Wali Kota Administrasi Jakarta Utara ini bukan sekadar rutinitas administratif. Bagi para ulama dan pengurus MUI setempat, forum ini menjadi momentum krusial untuk melakukan konsolidasi internal dan merumuskan arah kebijakan yang relevan dengan tantangan zaman.
Mengusung tema besar “Memperkuat Peran Ulama dalam Mewujudkan Masyarakat Jakarta Utara yang Religius, Berintegritas dan Berdaya Saing,” acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat sipil. Suasana aula dipenuhi oleh diskusi-diskusi substantif mengenai bagaimana peran ulama dapat dioptimalkan di era digital dan masyarakat urban yang kompleks.
Sinergi Ulama, Pemerintah, dan Stakeholder
Ketua MUI Kota Administrasi Jakarta Utara, KH Ahmad Ibnu Abidin, Lc., dalam sambutannya menegaskan. Salah satu poin utama yang mengemuka dalam Rakerda kali ini adalah pentingnya sinergi antara lembaga keulamaan dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Para peserta sepakat bahwa kerukunan dan harmoni sosial tidak akan tercipta jika berjalan secara parsial. MUI Jakarta Utara bertekad untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani berbagai isu sosial-keagamaan, mulai dari pencegahan radikalisme hingga pembinaan moral generasi muda.
“Ulama tidak bisa berdiri sendiri di menara gading. Kami harus hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi, dan menawarkan solusi atas persoalan umat yang semakin dinamis,” ujar,” KH. Ahmad Ibnu Abidin.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Sekretaris Kota, Para Asisten Sekko, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta Para Camat se-Jakarta Utara. Dari unsur keamanan dan penegak hukum, tampak Kapolres Metro Jakarta Utara, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Dandim 0502/Jakarta Utara, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Ketua Pengadilan Agama Jakarta Utara, Komandan Lantamal III Jakarta, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara. Panglima Kolinlamil juga turut menghadiri agenda penting ini.
Pengukuhan Pengurus Baru dan Arah Kebijakan
Dalam agenda tersebut, dilakukan pula prosesi pengukuhan resmi terhadap struktur pengurus baru MUI Jakarta Utara Masa Khidmat 2025–2030. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kontinuitas program kerja dan regenerasi kepemimpinan yang sehat.
Dukungan Penuh Organisasi dan Instansi Terkait
Kehadiran perwakilan dari berbagai organisasi massa Islam dan instansi strategis diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi dan sosial umat di Jakarta Utara. Unsur organisasi dan instansi yang turut hadir meliputi MUI Provinsi DKI Jakarta, MUI Kecamatan, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), BKMT, Persis, LDII, serta Baznas (Bazis) Kota Administrasi Jakarta Utara.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta juga hadir untuk memperkuat dialog antarumat beragama. Sementara itu, dukungan dari sektor ekonomi syariah dihadirkan melalui kehadiran Bank DKI Syariah dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Perwakilan dari dunia usaha dan industri juga berpartisipasi aktif, termasuk KADIN Jakarta Utara, HIPMI Jakarta Utara, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, dan KSOP Utama Tanjung Priok. Dewan Pertimbangan dan Ketua Terpilih MUI Kecamatan serta H. Sabri Saiman juga turut melengkapi rangkaian tamu undangan dalam musyawarah ini.
Menjawab Tantangan Zaman
Jakarta Utara, sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi dan diversitas budaya yang luas, menghadapi tantangan unik dalam menjaga keseimbangan antara modernitas dan tradisi keagamaan. Melalui Rakerda ini, MUI berharap dapat menghasilkan terobosan-terobosan baru. Peran ulama diharapkan semakin strategis dalam memberikan bimbingan spiritual sekaligus solusi praktis bagi masalah-masalah kontemporer, seperti kesehatan mental, etika bermedia sosial, dan toleransi antarumat beragama.
Acara yang dipandu oleh MC Vivi dan dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh H. Sukirman ini ditutup dengan pembacaan doa oleh KH Masyrof Sudarto. Sebelum penutupan, Moch. Dmyati memberikan pengarahan teknis terkait jalannya Rakerda untuk memastikan rumusan program kerja dapat dilaksanakan secara efektif.
Dengan semangat kebersamaan, MUI Jakarta Utara menutup acara dengan tekad bulat untuk terus berkontribusi nyata. Mereka berkomitmen menjadikan Jakarta Utara bukan hanya pusat ekonomi, tetapi juga contoh kota yang warganya memiliki ketahanan spiritual tinggi, berintegritas dalam bertindak, dan mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas keagamaannya. Kegiatan ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi terwujudnya visi masyarakat Jakarta Utara yang madani, di mana nilai-nilai religius menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan bersama.







