SuaraRepublik.com // MEKAH — Tim Pemandu Haji Kabupaten Meranti kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu kelancaran ibadah Jamaah Calon Haji (JCH) asal Meranti di Tanah Suci.
Setelah sebelumnya membantu dan memandu jamaah dalam pelaksanaan umrah wajib maupun umrah sunat, kini Tim Pemandu Haji Meranti bersiap mendampingi jamaah lanjut usia (lansia), risiko tinggi (resti), serta jamaah sakit dalam pelaksanaan lontar jumrah pada puncak ibadah haji di Mina.
Tim Pemandu Haji Meranti terdiri dari , , Indawati, dan Wulandari. Mereka terus memantau perkembangan kondisi jamaah menjelang pelaksanaan puncak haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Langkah tersebut dilakukan demi menjaga kesehatan dan keselamatan jamaah sebagaimana amanah yang disampaikan Bupati Kepulauan Meranti saat melepas keberangkatan jamaah di Selatpanjang.
Ketua Bimbingan Ibadah (Bimbad), , menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim pemandu yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap jamaah asal Meranti.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh Tim Pemandu Haji dan jamaah yang berinisiatif membantu sesama jamaah dalam beribadah di Tanah Suci. Kehadiran tim ini sangat membantu jamaah asal Meranti,” ujarnya penuh haru.
Untuk mendukung prosesi lontar jumrah, Tim Pemandu Haji Meranti telah mendata sebanyak 70 jamaah sehat, mandiri, dan mampu yang disiapkan menjadi pembadal atau perwakilan melontar jumrah bagi jamaah lansia, sakit, dan resti.
Usulan tersebut juga telah disampaikan kepada Ketua Kloter agar jamaah pembadal dapat ditetapkan secara resmi sesuai ketentuan pelaksanaan ibadah haji.
Guna mematangkan persiapan, Tim Pemandu juga menggelar rapat khusus bersama Ketua Rombongan (Karom), Ketua Regu (Karu), dan tim pendamping di Hotel Tilal Al Ghadeer, Mekah, Selasa (19/5/2026) pukul 14.00 WAS.
Koordinator Tim Pemandu, H Mustafa, menjelaskan bahwa jamaah lansia, resti, dan sakit nantinya akan menggunakan skema murur, yakni setelah wukuf di Arafah langsung menuju hotel di Mekah tanpa mabit di Muzdalifah dan Mina.
Sementara jamaah sehat dan mandiri akan menjalani mabit di Muzdalifah sebelum menuju Mina untuk melaksanakan lontar jumrah Aqabah sekaligus membadalkan jamaah yang tidak mampu melontar secara langsung.
“Pada musim haji 2026 ini ada kebijakan murur dan tanazul yang sangat membantu jamaah sakit, resti, dan lansia tanpa mengurangi substansi ibadah itu sendiri,” ujar H Mustafa.
Selain itu, untuk mendukung pelaksanaan tawaf ifadhoh dan sa’i bagi jamaah sakit dan lansia, tim juga menyiapkan fasilitas mobil golf di area .
dr H Misri Hasanto menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pengelola Masjidil Haram demi memastikan jamaah asal Meranti dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
“Kami berharap amanah Bupati Kepulauan Meranti untuk menjaga kesehatan dan keselamatan jamaah dapat benar-benar terwujud,” ujarnya.
Kehadiran Tim Pemandu Haji Meranti ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai menjadi bentuk nyata pelayanan dan kepedulian terhadap jamaah, khususnya bagi lansia dan jamaah dengan kondisi kesehatan khusus selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
(Red/SR)


