SUARAREPUBLIK.COM – BITUNG — Pascainsiden gesekan antarpelajar yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, SMK Negeri 2 Bitung dan SMA Negeri 2 Bitung kini bergerak bersama untuk memulihkan keharmonisan.
Kedua institusi pendidikan ini berkomitmen penuh untuk menghentikan segala bentuk perselisihan dan merajut kembali ikatan kekeluargaan demi masa depan para siswa di Kota Jum’at 18/09/26
Upaya rekonsiliasi ini diperkuat oleh pernyataan sejuk dari para guru yang menekankan bahwa hubungan kedua sekolah sebenarnya sudah mengakar kuat sejak lama.
Guru Agama Islam, Enci Citi Linar Abdullah, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa insiden kemarin tidak akan mampu merusak fondasi persaudaraan yang telah dibangun bertahun-tahun.
“Hubungan erat antara SMK Negeri 2 Bitung dan SMA Negeri 2 Bitung ini sudah terjalin begitu lama. Selama ini, kita selalu berdampingan dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Ujian ini justru menjadi pengingat bagi kita semua untuk mempererat kembali tali silaturahmi tersebut,” ungkap Enci Citi Linar Abdullah dengan penuh ketulusan.
Senada dengan hal tersebut, tokoh pendidik sekaligus penceramah dari SMA Negeri 2 Bitung, Ust. Yudnansyah, S.Hum., S.Pd., memberikan pembelaan moral yang kuat bagi para siswa SMKN 2 Bitung. Beliau mengimbau masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif kepada seluruh siswa akibat tindakan segelintir oknum.
“Anak-anak SMK Negeri 2 Bitung itu sebenarnya adalah anak-anak yang baik. Saya pribadi berkomitmen akan mengampanyekan secara luas bahwa siswa SMK Negeri 2 Bitung bukan sekolah yang dihuni oleh anak-anak nakal. Kita semua adalah satu bagian dari potret pendidikan Bitung yang berkarakter,” tegas Ust. Yudnansyah.
Melalui rilis bersama ini, manajemen sekolah, guru, serta perwakilan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari kedua belah pihak sepakat untuk menggalang aksi damai kolaboratif.
Langkah konkret akan segera diambil untuk meredam dampak psikologis dan sosial di kalangan pelajar, termasuk menghentikan provokasi atau perundungan digital (cyberbullying) di media sosial.
Pihak SMAN 2 Bitung dan SMKN 2 Bitung mengajak kita semua untuk mendukung gerakan persaudaraan ini.
Kedua sekolah meyakini bahwa dengan semangat toleransi dan kebersamaan, persaudaraan yang kembali dirajut ini akan tumbuh jauh lebih kokoh dan menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lain di Sulawesi Utara.
(RED)













