Politik

Musda XI Golkar Majalengka: Asep Eka Mulyana Kembali Memimpin, Siap Tambah Kursi Dan Menangkan Pemilu

MAJALENGKA,Suararepublik.com — Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka yang digelar di Auditorium Hotel Fitra, Minggu (4/10/2026), menegaskan keberlanjutan kepemimpinan Asep Eka Mulyana. Ia diberi diskresi untuk kembali memimpin partai hingga tiga periode ke depan.
‎
‎Acara dihadiri Ketua DPD Golkar Jawa Barat H.Daniel Mutaqien Syafiuddin, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, jajaran pengurus Golkar Jabar, Ketua DPRD Majalengka, Bupati Eman Suherman, Ketua DPD Gerindra Majalengka Jefry Romdonny, unsur Forkopimda, ketua partai politik, serta perwakilan KPU dan Bawaslu setempat.
‎
‎Musda lima tahunan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang evaluasi sekaligus penentu arah konsolidasi partai menghadapi panggung politik mendatang.
‎
‎Asep Eka Mulyana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir. Ia menegaskan, kader tidak boleh hanya muncul saat musim politik, melainkan harus hadir di tengah masyarakat dan menyerap aspirasi langsung.
‎
‎“Golkar harus bergerak lebih cepat, terbuka kepada masyarakat, dan menjaga loyalitas secara total demi kemajuan bangsa,” ujarnya, sejalan dengan arahan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
‎
‎Ia memperkenalkan semangat “Kahade” — mengajak kader berhati-hati, menjadi telinga dan mata rakyat, serta tidak melupakan kepentingan masyarakat. Simbol kentongan juga diangkat sebagai tanda kebersamaan, warisan budaya sekaligus pengingat untuk peduli lingkungan dan keamanan bersama.
‎
‎Golkar Majalengka juga berkomitmen mendukung visi Majalengka Langkung SAE dan Majalengka Leuwih Hade, berjalan searah kebijakan tingkat provinsi hingga nasional.
‎
‎Sementara itu, Bupati Eman Suherman menyampaikan pembangunan Majalengka tidak bisa berjalan sendirian. Meski berkader di Gerindra, ia menegaskan tidak melupakan sejarah dan dukungan semua pihak. Penurunan kemiskinan dan pengangguran saat ini adalah hasil kerja sama lintas partai dan legislatif.
‎
‎“Semoga dukungan ini terus terjaga demi Majalengka yang makin maju,” ucapnya.
‎
‎Ketua Golkar Jabar Daniel Mutaqien Syafiuddin menegaskan Musda ini untuk memperkuat mesin partai, bukan arena pertikaian.
‎
‎“Utarakan musyawarah dan mufakat lebih dulu. Jangan habiskan energi untuk konflik internal, mari fokus hadapi Pemilu yang akan datang,” pesannya.
‎
‎Diskresi tiga periode bagi Asep Eka diberikan bukan tanpa alasan. Secara objektif, perolehan kursi legislatif Golkar terus meningkat di bawah kepemimpinannya. Secara subjektif, gaya kepemimpinannya dinamis dan dekat dengan rakyat.
‎
‎“Target ke depan jelas: tambah kursi dan menangkan Pemilu. Kehadiran Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan yang juga kader Golkar menjadi kekuatan tambahan,” kata Daniel.
‎
‎Pembahasan strategi Pilkada belum menjadi fokus Musda ini, akan dibahas pada tahap selanjutnya.
‎
‎Bagi Golkar Majalengka, Musda XI adalah titik awal perbaikan struktur, penguatan hubungan dengan rakyat, dan pembuktian bahwa kepercayaan yang diberikan dapat diubah menjadi capaian nyata di panggung politik.***

Exit mobile version