Beliau meminta persoalan ini tidak berhenti pada saling sangka. Tunjukkan siapa pewawancaranya, kapan hal itu terjadi, dan buktikan apa yang sebenarnya disampaikan dalam percakapan itu. Jika memang ada dokumen, rekaman, atau catatan — bukalah untuk dilihat bersama. Masyarakat berhak mengetahui kebenaran yang utuh, bukan cerita yang terpotong.

🌱 Mencari Kebenaran yang Menenangkan Hati

Di hadapan kita kini terbentang dua sisi cerita yang belum bertemu ujungnya:

– WALHI Sumbar menyampaikan informasi berdasarkan penelusuran lapangan dan keterangan yang diterima dari pihak lain;
– Fauzi Bahar membantah pernah diwawancarai dan menegaskan lahan dalam foto viral bukanlah miliknya.

Persimpangan ini menuntut ketelitian, bukan emosi. Diperlukan klarifikasi langsung kepada pihak Konsentris, verifikasi dokumen kepemilikan tanah yang sah, serta pemeriksaan fakta yang teliti dan berimbang. Karena tanah adalah ibu yang memberi kita kehidupan — ia tidak butuh tuduhan, ia butuh penjagaan yang jujur dan adil.

Jurnalis BeritaRepublikViral akan terus mengikuti perkembangan ini, memegang teguh prinsip: kebenaran adalah cahaya yang tak takut diperlihatkan sepenuhnya. Semoga persoalan ini segera menemukan jalannya yang jernih, demi ketenangan masyarakat dan kelestarian alam di Air Dingin, Lubuk Minturun. (Tb Mhd Arief Hendrawan)