Suararepublik.com ~ Denpasar ||Ketua Yayasan Dwijendra Dr. I Nyoman Satia Negara, S.H., M.H menyampaikan, kalau Yayasan Dwijendra yang dibinanya saat ini dilihat dari sejarahnya merupakan yang tertua di Bali dengan berbekal visi yakni, agama, kebudayaan, dan sastra.
“Karena di era sekarang dirasakan kebudayaan begitu kentalnya dengan budaya Bali, maka kebudayaan yang lebih di prioritaskan di Yayasan Dwijendra,” terangnya, Kamis (24/9/2026).
Lanjutnya, sebagai Ketua Yayasan Dwijendra tentu kebudayaan ini akan terus dilestarikan, serta lebih mengembangkan seni budaya yang ada di Bali.
Salah satu upaya yang kita lakukan yakni dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, dan Perguruan Tinggi agar kedepanya bisa terus mengembangkan budaya yang ada di Bali.
“Pengembantan ini akan terus diasah, serta memberikan kesempatan kepada para siswa maupun mahasiswa supaya minat dan bakat akan budaya bisa terus dilestarikan,” ucapnya.
Nyoman Satia Negara juga menjelaskan, kalau di Yayasan Dwijendra saat ini sudah ada tim seni budaya yang dibentuk untuk kepentingan seluruh unit yang ada.
“Karena dari tim seni budaya inilah yang nantinya akan mengkemas dan menampilkan seluruh seni budaya yang ada untuk nantinya bisa dipentaskan diberbagai even tertentu terkususnya budaya Bali,” jelasnya.
Ditambahkan, terkait even yang nantinya bisa dipentaskan tentunya dari Yayasan Dwijendra sudah mengkondisikan di masing-masing unit yang ada entah itu dari TK, SD, SMP, SMA/SMK, atau Perguruan Tinggi.
Dibalik pengembangan seni budaya di Yayasan Dwijendra diharapkan Pemerintah Daerah (Pemda) kedepanya bisa menfasilitasi wadah dalam penyaluran bakat seni budaya.
Disinilah pentingnya adanya sinergritas antara Yayasan Dwijendra dengan Pemda dalam mengembangkan seni budaya.
“Yayasan Dwijendra akan siap mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemda terutanya dalam hal pementasan seni budaya,” tambahnya. (Bud)
