AgamaBerita

Tabir Dinaikkan, Irama Rebana Siap Bergema: Panitia Matangkan Persiapan Akhir Hari Ini

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82

Beritarepublikviral//PADANG, — Gendang Rebana telah terpasang tegak, kulitnya menanti sentuhan jemari untuk bernyanyi kembali. Ajang syi’ar budaya Islam yang dinanti segenap penjuru tanah Minang, Festival Rebana Sumatera Barat 2026, tinggal selangkah lagi menuju hari pembukaannya.

Insya Allah, pada 5 September 2026, palu pembukaan akan diketuk langsung oleh tangan Gubernur Sumatera Barat, menjadikan gema irama ini milik seluruh rakyat Sumatera Barat yang berjiwa seni dan syair.

Satu hari sebelum hari bersejarah itu tiba, semangat tak kunjung meredup. Hari Jumat, 4 September 2026, di Aula LKAAM Sumatera Barat menjadi saksi: segenap barisan panitia berkumpul, menata setiap peserta Rebana, agar festival kebesaran budaya ini terhampar rapi tanpa kusut.

Ini bukan sekadar pertemuan biasa — ini adalah rapat penyempurnaan terakhir sekaligus gladi resik, di mana setiap detik dihitung, setiap langkah diukur, demi menjamin keindahan tak terganggu hal sekecil apa pun.

🤲 Komitmen Adalah Irama yang Tak Boleh Pudar

Ketua Pelaksana Festival Rebana, Fahyu Yeretti, S.E., memanggil segenap jiwa panitia hadir tepat waktu bagaikan nada yang tak boleh melesat dari ketukannya:

“Kehadiran Bapak Gubernur bukan sekadar menghadiri acara adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar di pundak kita. Maka mari kita rajut segala persiapan sekuat tenaga. Hadirlah tepat waktu, bawalah komitmen utuh kita, agar hari pembukaan besok bisa terselenggara sempurna.”

Rapat sore pukul 14.30 WIB itu menyusun tiga pilar kokoh penyangga keberhasilan:

1. Gladi Resik & Penyempurnaan Alur Acara — seluruh rangkaian dijalani kembali dari awal hingga akhir, seakan hari itu adalah hari pelaksanaan sesungguhnya. Langkah demi langkah dirapikan agar kesalahan tak sempat menyelinap.
2. Penataan Ruang yang Menyeluruh — panggung utama berdiri gagah, tempat duduk tertata merata, tiap sudut pameran menyambut mata dengan ramah, agar tamu merasa di rumah sendiri di tengah kemegahan seni.
3. Penyisiran Detail Terakhir — logistik dan urusan teknis dipeluk hingga ke sudut tersempit sekalipun. Yang tampak indah di mata, pastilah kokoh pula fondasinya di balik tirai.

🤝 Sinergi Menjadi Irama Terindah
Langkah kesiapan ini tak luput dari pantauan langsungu dan pandangan Ketua Umum LKAAM Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., Dt. Sati. Beliau mengatakan kebersamaan panitia bagai untaian rebana yang saling melengkapi bunyi menjadi harmoni luhur:
“Satu rebana takkan bergema sendirian, harus beriringan seia sekata. Kerjasama setiap anggotanya adalah dawai pengikat, kedisiplinan adalah pengetuk yang tepat waktu. Mari kita rangkul tenaga dan pikiran, hingga Festival Rebana 2026 ini tak sekadar selesai — melainkan melekat di ingatan sebagai warisan yang memancarkan cahaya budaya Islam ke masa mendatang.”

Maka rebana sedang berdetak menanti pukulan pembukaannya. Setiap tangan yang sibuk hari ini sedang merajut doa ke dalam bunyi yang akan menggema di bumi Minang dan terbang tinggi melintasi cakrawala. Semoga iramanya membawa damai, syiarnya menebarkan berkah. (Laporan: Tb. Mhd. Arief Hendrawan)

Exit mobile version