Berita

Solidaritas Insan Pers: AJP Doakan Keselamatan Rekan Jurnalis dan ABK Kapal Arupadhatu I

Suara Republik.com: Irsof

Jakarta – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan Kapal Arupadhatu I yang membawa lima jurnalis dan tiga awak kapal (ABK) di perairan Selat Sunda, sekitar Gunung Anak Krakatau, resmi dihentikan setelah tim gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun para penumpangnya. Penghentian ini dilakukan setelah rangkaian operasi berlangsung selama 10 hari, termasuk masa perpanjangan tiga hari(19/9/2026)

Gubernur Banten, Andra Soni, menjelaskan bahwa sejak hari pertama hingga berakhirnya masa operasi, tim SAR secara umum belum menemukan indikasi kuat yang mengarah pada lokasi kapal atau penumpang. Selama proses penyisiran, tim SAR memang menemukan 13 objek di perairan, berupa life jacket, terpal, helm, dan galon. Namun, setelah melalui pemeriksaan dan verifikasi ketat oleh pihak terkait termasuk Polairud, seluruh objek tersebut dinyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan Kapal Arupadhatu I.

Di tengah penghentian operasi pencarian tersebut, Aliansi Jurnalis Pesisir (AJP) menggelar kegiatan doa bersama pada Jumat (18/9/2026) di sekretariat AJP, Cilincing Raya, Jakarta Utara. Kegiatan yang dipimpin oleh Komarudin dan diikuti oleh sejumlah insan pers ini digelar sebagai bentuk penghormatan, kepedulian, serta solidaritas terhadap lima jurnalis dan tiga ABK yang hingga kini belum ditemukan.

Sekretaris AJP, Jaya Putra, menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan penghentian operasi SAR sesuai prosedur standar yang telah dijalankan tim gabungan. Namun, ia menekankan bahwa perhatian terhadap nasib para korban harus tetap berlanjut.

“Doa bersama ini merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan dan pengorbanan rekan-rekan jurnalis serta awak kapal. Kami juga ingin memberikan dukungan moral dan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Jaya Putra.

Menurutnya, momen ini menjadi penting untuk mengenang sekaligus memperkuat solidaritas insan pers terhadap sesama jurnalis yang menjalankan tugas di lapangan, khususnya di wilayah dengan risiko keselamatan tinggi. AJP menilai bahwa keselamatan jurnalis dalam meliput berita merupakan hal krusial yang membutuhkan kesiapan, kehati-hatian, serta dukungan sistemik dari berbagai pihak.

“Kami berharap keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan. Kami juga berharap seluruh pihak terkait tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan informasi mengenai lima jurnalis dan tiga ABK yang dinyatakan hilang,” imbuhnya.

Kegiatan doa bersama tersebut ditutup dengan harapan agar keluarga para jurnalis dan ABK yang hilang diberikan ketabahan dalam menghadapi situasi yang berat ini. Bagi komunitas pers, peristiwa ini menjadi momentum reflektif untuk terus memperjuangkan standar keselamatan kerja jurnalis di lapangan.

 

(red/tim)

Exit mobile version