Suara Republik Com
Berau, 23 September 2026
Upaya cepat tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Jalan Mulawarman RT 02, Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Senin (21/9/26) malam.
Peristiwa tersebut diketahui setelah adanya laporan mengenai kemunculan titik api di kawasan semak belukar yang berada di seberang lapangan sepak bola. Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hektare.
Menerima informasi tersebut, Tim yang terlibat berasal dari Polsek Teluk Bayur, Sat Samapta Polres Berau, BKO Polda Kaltim, Koramil, Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, KPHP Berau Barat serta masyarakat setempat langsung bergerak menuju lokasi
Petugas menempuh perjalanan darat sekitar 15 menit dari Pospol Labanan. Setibanya di lokasi, armada pemadam dari Disdamkar Labanan bersama unit KPHP Berau Barat dan kendaraan operasional kepolisian segera dikerahkan untuk menjangkau titik kebakaran.
Dengan melakukan penyemprotan air secara intensif, petugas berhasil menghentikan pergerakan api sebelum menjalar ke kawasan permukiman maupun perkebunan milik warga. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas kemudian melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman.
Kasi Humas Polres Berau AKP Suradi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa penanganan secara cepat dan kolaborasi seluruh unsur di lapangan menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas.
“Cuaca panas dan rendahnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan vegetasi seperti ranting dan dedaunan menjadi kering serta mudah terbakar. Berkat respons cepat petugas gabungan, titik api berhasil dipadamkan,” kata AKP Suradi.
Mengenai penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Termasuk memastikan status serta kepemilikan lahan yang terdampak. Dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian manusia, seperti membuang puntung rokok sembarangan maupun aktivitas pembukaan lahan.
Untuk memastikan tidak terjadi kebakaran susulan, petugas gabungan tetap melakukan pemantauan dan penyisiran pada area yang sebelumnya terbakar. Langkah tersebut dilakukan guna menemukan kemungkinan bara yang masih tersisa dan berpotensi kembali memunculkan api.
Di sisi lain, kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca kering. Warga diminta tidak melakukan pembukaan lahan dengan metode pembakaran karena dapat memicu karhutla dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan serta kesehatan.
Masyarakat juga diingatkan bahwa asap akibat kebakaran dapat mengganggu kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
