Suararepublik.com # Denpasar – Bali || Selasa, 1/09/26 Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya melakukan kunjungan ke PMI Provinsi Bali dalam rangka mempererat hubungan kerja sama sekaligus bertukar pengalaman mengenai pengelolaan organisasi, kemitraan, pendanaan, pelayanan masyarakat, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Dalam pertemuan tersebut, PMI Provinsi Bali memaparkan berbagai pengalaman dalam mengembangkan organisasi dan mendukung kegiatan kemanusiaan. Pertemuan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk membicarakan berbagai tantangan yang dihadapi PMI dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Berbagai hal menjadi bagian dari pembahasan, mulai dari pengelolaan sumber daya, kemitraan, pendanaan, pelayanan darah, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan PMI kepada masyarakat.
Wakil Ketua PMI Provinsi Bali I Gusti Made Arya Wisnu Mataram dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih karena menjadikan PMI Provinsi Bali sebagai tujuan kunjungan dan tempat berbagi informasi terkait kegiatan kepalangmerahan. Beliau juga berharap agar kunjungan yang dilaksanakan dapat menjadi media pertukaran informasi dan saling berbagi dalam peningkatan kiprah dan layanan PMI.
Ketua Harian PMI Kota Surabaya Taufik Rohman Hidayat dalam kesempatan ini juga turut berbagi pengalaman mengenai program kepemudaan dan pengembangan kapasitas masyarakat. Salah satu program yang dibahas adalah integrasi program pemuda tangguh dengan kegiatan PMI, sehingga generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga memahami peran serta nilai kemanusiaan dalam membantu masyarakat.
Tidak hanya membahas kebencanaan, kedua pihak turut mendiskusikan pelayanan darah dan hubungan PMI dengan rumah sakit. Penguatan kerja sama dengan fasilitas kesehatan dinilai penting untuk memastikan kebutuhan darah dan pelayanan kemanusiaan dapat terus diberikan kepada masyarakat.
Pertemuan PMI Kota Surabaya dan PMI Provinsi Bali akhirnya tidak hanya menghasilkan pertukaran informasi, tetapi juga memperlihatkan bahwa kekuatan dalam pelayanan kemanusiaan terletak pada kolaborasi. Pengalaman dari satu daerah dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain, sementara jaringan kemitraan dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi PMI. (Nes/PMIBali)
