Suararepublik.com ~ Denpasar || Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Bali mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali meningkatkan distribusi air bersih bagi masyarakat. Hingga Rabu (30/9/2026), sebanyak **620 ribu liter air bersih** telah disalurkan ke tiga kabupaten.
Selanjutnya, PMI menyalurkan **235 ribu liter air bersih bagi 12.890 jiwa di Jembrana**, serta **65 ribu liter untuk 2.234 jiwa di Karangasem**.
Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Bali, I Ketut Suardana, mengatakan penyaluran dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan permintaan masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
“Program kekeringan yang kita laksanakan di bulan Agustus yang lalu, ada tiga kabupaten yang melaksanakan distribusi kekeringan, yaitu Jembrana, Karangasem dan Buleleng,” ujarnya.
PMI Pantau Perkembangan Kekeringan
PMI Bali tidak hanya mengandalkan permintaan bantuan, tetapi juga terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di lapangan. Informasi dan prediksi BMKG turut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pelayanan.
Menurut Suardana, pelayanan yang dilakukan bersama BPBD di masing-masing daerah sejauh ini mampu memenuhi kebutuhan yang telah diterima PMI.
Namun, perkembangan kondisi di lapangan membuat cakupan pelayanan mulai bertambah.
Kabupaten Badung kini turut masuk dalam penanganan distribusi air bersih. Pelayanan di wilayah tersebut mulai dilakukan sejak Senin lalu, dengan PMI Badung melakukan asesmen untuk mengetahui lokasi yang membutuhkan bantuan.
“PMI Badung sedang melakukan asesmen, khususnya di wilayah Jimbaran dan daerah-daerah lain yang terdampak kekeringan,” kata Suardana.
Distribusi Disesuaikan Kebutuhan Warga
PMI Provinsi Bali bersama PMI kabupaten dan pihak terkait akan terus menyesuaikan distribusi air bersih dengan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah.
Pemantauan juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya lokasi baru yang mengalami keterbatasan sumber air.
Melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD, PMI berupaya menjaga agar pelayanan air bersih tetap berjalan selama kondisi kekeringan masih berlangsung. (Dea/PMI Bali)
