Suara Republik.com: Irsof
JAKARTA – Ketua Umum Organisasi Masyarakat (Ormas) Bang Japar sekaligus Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menggelar silaturahmi dengan jajaran pengurus elit se-Jakarta Barat. Pertemuan yang berlangsung di Rumah Aspirasi Fahira Idris dan Markas Komando (Mako) Pusat Bang Japar, Jalan H. Sa’abun, Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (31/8/2026), menekankan semangat membesarkan organisasi melalui kerja ikhlas dan soliditas kader.
Dalam arahannya, Fahira Idris mengajak seluruh kader untuk bekerja dengan penuh keikhlasan dan menjaga nama baik organisasi. Ia menegaskan bahwa Bang Japar harus hadir sebagai organisasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan sekadar wadah kepentingan pribadi atau tim pemenangan politik semata.
“Yang kita cari adalah orang-orang yang benar-benar ikhlas, rida, mau berjuang, mau membantu masyarakat, mau berkegiatan sosial, dan mau membesarkan Bang Japar. Hari ini kita konsentrasi bekerja sebagai organisasi Bang Japar. Maka tugas kita adalah membesarkan Bang Japar,” tegas Fahira.
Penguatan Struktur: Penunjukan KSB Komcam Plus
Salah satu poin penting dalam konsolidasi tersebut adalah penguatan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan (Komcam). Fahira menunjuk sejumlah kader sebagai Koordinator Satuan Bantuan (KSB) Komcam Plus di masing-masing wilayah. Langkah ini diambil untuk membangun organisasi yang lebih terstruktur, solid, dan memiliki regenerasi kepemimpinan yang jelas.
KSB Komcam Plus memiliki tugas strategis, antara lain membantu Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Komcam dalam menjalankan kegiatan, serta melakukan pendataan anggota. Misalnya, jika ada permintaan kehadiran massa dari pemerintah kota, KSB Komcam Plus bertugas melisting anggota, melaporkan ke Komandan Pimpinan Kecamatan (Dancam), lalu ke Komandan Pimpinan Wilayah (Komwil).
Selain itu, para pengurus KSB Komcam Plus juga diwajibkan aktif memantau grup WhatsApp resmi organisasi agar tidak melewatkan informasi penting mengenai agenda dan undangan. “Abang-abang ini tidak boleh tidak melihat WhatsApp grup. Semua acara dan undangan organisasi ada di grup WA KSB Komcam,” ujar Fahira.
Program Sosial dan Stimulan Dana
Untuk mendukung pergerakan organisasi, Fahira Idris mengumumkan adanya program stimulan dana sebesar Rp50 juta untuk tahun ini. Program ini direncanakan berjalan berkelanjutan dengan total nilai mencapai Rp250 juta selama lima tahun. Dana tersebut ditujukan untuk memperkuat kegiatan sosial, pelayanan masyarakat, dan program organisasi di tingkat wilayah.
Selain dukungan finansial, Bang Japar terus memperkuat layanan nyata bagi masyarakat, meliputi:
1. Advokasi Kesehatan: Melalui program pemeriksaan kesehatan gratis yang telah dimulai sejak Juli 2026.
2. Bantuan Hukum: Bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dengan mekanisme “bedah kasus” yang terkoordinasi melalui grup khusus lawyers dan paralegal.
3. Layanan Ambulans: Mempercepat respons bantuan dengan memiliki lebih dari satu unit ambulans yang didukung oleh relawan dan pengemudi.
Momentum Bulan Maulid: Kawal Ulama dengan Ikhlas
Memasuki bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, Fahira Idris menginstruksikan seluruh anggotanya untuk aktif menghadiri kegiatan keagamaan dan kembali menjalankan tradisi mengawal ulama dan habaib. Fahira menekankan bahwa keterlibatan ini harus dilandasi niat mencari keberkahan, bukan materi.
“Silakan keluar rumah, kawal ulama dan habaib dengan ikhlas. Kalau hadir dalam kegiatan ulama dan kiai, jangan berharap uangnya. Harapkan keberkahannya,” pesannya.
Keunikan Fasilitas dan Aturan Keanggotaan
Fahira juga menjelaskan keunikan Bang Japar dibandingkan ormas lain di Jakarta, yaitu pemberian fasilitas yang mencakup keluarga inti anggota (pasangan, orang tua, dan anak kandung yang belum menikah). Namun, ia mengingatkan prinsip kemandirian organisasi. Sejak 2017, Bang Japar tidak memberikan seragam secara cuma-cuma kepada seluruh anggota umum sebagai bentuk latihan tanggung jawab.
Meski demikian, sebagai apresiasi, Fahira menyiapkan hadiah khusus berupa 1.000 seragam untuk jajaran “elit” Bang Japar, termasuk pengurus Mako, Komwil, Komcam. Dan Komhan
Syarat menjadi anggota aktif dan mendapat fasilitas meliputi: memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi, aktif di grup komunikasi, dan menggunakan atribut organisasi saat acara resmi.
Ekspansi hingga Tingkat RW: Pembentukan Korwe
Untuk memperluas jaringan hingga akar rumput, Bang Japar membentuk struktur Koordinator Wilayah Kerja (Korwek) di tingkat Rukun Warga (RW). Korwe diharapkan diisi oleh tokoh-tokoh lingkungan yang aktif dan sigap, seperti pengurus RT/RW, kader Posyandu, Karang Taruna, Jumantik, hingga Dawis.
“Pilih orang yang memang gercep, sigap, dan benar-benar orang pergerakan di wilayahnya. Di Korwe tidak ada struktur KSB, ada koordinator langsung ke anggota,” jelasnya. Jika suatu RW belum memiliki kader, pengurus diperbolehkan merekrut tokoh masyarakat baru yang aktif.
Target Kunjungan ke Seluruh Kelurahan dan Sinergi Pemerintah
Fahira menargetkan dapat mengunjungi seluruh 267 kelurahan di DKI Jakarta hingga akhir tahun 2026. Hingga saat ini, ia telah mengunjungi sekitar 220 kelurahan dengan pola tiga titik kunjungan per hari. Setelah kelurahan, agenda akan dilanjutkan dengan kunjungan ke tingkat RW yang melibatkan RT, kader, dan tokoh masyarakat.
Terakhir, Fahira menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah (Gubernur, Walikota, Camat, Lurah) serta aparat keamanan (TNI dan Polri) untuk menjaga kondusivitas wilayah. Persoalan internal organisasi pun diminta diselesaikan sesuai struktur hierarki untuk menjaga persaudaraan dan ketertiban organisasi.
Dengan penguatan struktur, komunikasi, dan program sosial yang nyata, Bang Japar berkomitmen terus hadir sebagai keluarga besar yang solid dan bermanfaat bagi masyarakat Jakarta.
