Berita

CariTopia Luncurkan Buku Pintar Bahasa Minang Berbasis Augmented Reality, Lanjutkan Inovasi Mahasiswa UNP

Beritarepublikviral//PADANG, – Upaya pelestarian Bahasa Minang di era digital mendapat angin segar. CariTopia secara resmi meluncurkan Buku Pintar berbahasa Minang berbasis teknologi Augmented Reality (AR), Selasa (30/9/2026) di aula Dinas Perpustakaan, Kota Padang.

Dalam sambutannya, Rahmat Zainun Abdullah,
kepala Balai Bahasa Sumbar, memberi dukungan kepada CariTopia, dan komunitas lainnya di Sumbar dalam mengangkat Bahasa, Sastra Minangkabau agar lebih bermartabat dan bermanfaat di era digital.

“Buku ini memungkinkan pembaca belajar bahasa dan budaya Minangkabau secara interaktif. Tidak sekadar teks dan gambar, setiap halaman dapat dipindai menggunakan aplikasi di smartphone untuk menampilkan konten 3D, animasi, hingga audio pelafalan bahasa Minang yang benar” Ujarnya.

Inovasi ini melanjutkan tren pemanfaatan teknologi AR untuk literasi budaya yang sebelumnya telah dirintis oleh mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP). Pada tahun 2024, Tim PKM-RSH UNP yang diketuai Ramos Mardiansyah telah lebih dulu memperkenalkan media Pop-Up Book berbasis AR untuk memperkenalkan budaya Nusantara, termasuk budaya Minangkabau, kepada anak usia dini.

Jika karya mahasiswa UNP tersebut fokus pada keberagaman budaya Nusantara secara umum, Buku Pintar dari CariTopia ini hadir lebih spesifik dengan fokus utama pada pelestarian bahasa Minang.

“Anak-anak sekarang hidupnya di gawai. Kalau kita ingin bahasa Minang tetap hidup, kita harus masuk ke gawai mereka. Buku ini menjembatani adat dengan teknologi,” ujar inisiator CariTopia , Rifky Talenta, dalam sambutannya.

Rifky juga berterima kasih kepada Rahmat Zainun Abdullah, yang memberi dukungan kepada Cari Topia sehingga kegiatan berhasil dilaksanakan dengan baik.

Pantauan di lokasi, antusiasme pengunjung cukup tinggi. Apalagi petutur, pendongeng bundo Wulan, Novia Molu dan Kak OB yang lagi viral ikut menyemarakkan acara.

Rifky juga memeragakan bagaimana aplikasi digunakan.
Saat kamera ponsel diarahkan ke halaman buku, gambar Rumah Gadang seketika berubah menjadi model 3D yang dapat diputar 360 derajat. Kosakata harian seperti _baa kaba, pai ka amana,_ dan _tarimo kasih_ juga dilengkapi audio sehingga pengunjung dapat belajar pengucapan yang tepat. Bahkan, ilustrasi menjelajahi 100 tahun jam gadang, Tari Piring tampak menari di atas buku sempat memancing minat penonton.

Langkah digitalisasi ini dinilai penting untuk menjaga eksistensi filosofi _Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah_ agar tetap relevan bagi Generasi Z dan Alpha. Dengan format digital, warisan budaya tidak hanya menjadi arsip, melainkan menjadi pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan.

Pihak CariTopia berharap buku ini dapat masuk ke sekolah-sekolah dasar di Sumatera Barat sebagai media pendukung muatan lokal dan menjadi contoh bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menjaga jati diri daerah.

Turut hadir Emma Yohana, ketua Perempuan Indonesia, perwakilan Dinas Perpustakaan Padang, Sastri Bakry, Ketua SatuPena Sumbar, perwakilan Forum Indonesia muda, Pegiat literasi, guru2 dan orang tua dan murid, dari 10 kab kota se Sumbar.
Acara diakhiri dengan pemberian buku kepada 10 perwakilan tersebut.

Exit mobile version