SUARAREPUBLIK.COM – BANTAENG, SULAWESI SELATAN — Inovasi pelayanan administrasi kependudukan Ballada Adminduk (Bayi Lahir Langsung Dapat Dokumen Administrasi Kependudukan) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bantaeng berhasil lolos tahap pertama atau seleksi administrasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik – Perluasan Skala, Replikasi dan Orientasi Global (KIPP PRO) Tahun 2026. Selasa, 29 September 2026
Kepastian tersebut berdasarkan pengumuman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) Republik Indonesia Nomor B.349/PP.00.05/2026.
Dengan lolosnya tahap pertama tersebut, Ballada Adminduk Bantaeng akan melanjutkan ke tahapan berikutnya dalam kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat nasional pada kategori Multikanal.
Inovasi Ballada Adminduk diinisiasi oleh Fitri Indarti dan mendapat dukungan dari Kepala Dinas Dukcapil Bantaeng, Ali Imran, bersama jajaran dan tim kreatif yang dipimpin Sekretaris Dinas Dukcapil Bantaeng, Wani.
Ali Imran mengatakan Ballada Adminduk dikembangkan sebagai inovasi pelayanan yang memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh dokumen administrasi kependudukan sejak bayi lahir.
“Ballada Adminduk merupakan Bayi Lahir Langsung Dapat Dokumen Administrasi Kependudukan. Inovasi ini kami bangun melalui sinergi dan kolaborasi multipihak, termasuk tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan,” ujar Ali Imran.
Ia menjelaskan, setiap peristiwa kelahiran yang dilaporkan oleh tenaga kesehatan kepada Dinas Dukcapil dapat diproses melalui layanan yang terintegrasi.
Melalui konsep tersebut, satu kali pelaporan peristiwa kelahiran dapat diproses untuk penerbitan tiga dokumen administrasi kependudukan sekaligus, yakni Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan Kartu Keluarga (KK) terbaru.
Koordinator Inovasi Bantaeng, Adi Kasim, menjelaskan Ballada Adminduk merupakan terobosan pelayanan terintegrasi yang menghubungkan sistem informasi fasilitas kesehatan, seperti RSUD dan Puskesmas, dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Dinas Dukcapil Kabupaten Bantaeng.
“Inovasi ini menerapkan konsep One Data, One Action, di mana satu kali pelaporan peristiwa kelahiran oleh tenaga kesehatan dapat diproses untuk penerbitan tiga dokumen administrasi kependudukan sekaligus,” tutur Adi Kasim.
Plt. Kepala Bapperida Kabupaten Bantaeng, Amiruddin, ST., MM, turut menyampaikan apresiasi atas lolosnya Ballada Adminduk pada tahap pertama KIPP PRO 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Asisten I Setda Bantaeng, Asruddin, Kepala Dinas Dukcapil Bantaeng beserta jajaran, Tim Inovasi Daerah Bidang Riset dan Inovasi Alamsyah, ST. dan Adi Kasim, serta Tenaga Pendamping Inovasi dan Praktisi Inovasi Dr. Rahman Ramlan.
Menurut Amiruddin, proses pendampingan terhadap inovator Ballada Adminduk dilakukan mulai dari sosialisasi, coaching dan workshop, review dokumen, asistensi, hingga finalisasi dan pengajuan dokumen kepada panitia pusat KIPP PRO.
Dengan lolosnya tahap pertama, Ballada Adminduk kini melanjutkan proses kompetisi pada tahapan berikutnya. Pemerintah Kabupaten Bantaeng berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat.
“Semoga inovasi Ballada Adminduk bisa tetap lanjut sampai tahap akhir dan tentunya dapat mengharumkan nama Bantaeng di ajang KIPP PRO 2026. Yang utama dari inovasi ini adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat semakin baik. Mohon doa dan dukunganta semua,” ujar Ali Imran.
Reporter : Rahman Lallo
Editor : AK.
