SUARAREPUBLIK.COM – MINAHASA SELATAN — Video yang memperlihatkan sejumlah oknum yang disebut berkaitan dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Minahasa Selatan viral di media sosial dan menuai sorotan publik.14/08/92
Dalam video tersebut, terdengar sejumlah pernyataan yang dinilai sebagian masyarakat tidak pantas disampaikan, terlebih apabila benar diucapkan oleh petugas yang berada dalam lingkungan pelayanan publik.
Salah satu ucapan yang menjadi sorotan adalah pernyataan bernada, “seandainya torang Tuhan Allah…” serta ucapan lain yang kurang lebih menyebut, “makanya baku ator kalau mo bakar baru torang pigi.”
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah persoalan teknis di lapangan dapat menjadi alasan untuk menyampaikan kalimat yang berpotensi menyinggung masyarakat dan merusak citra institusi?
Apapun alasan di balik kejadian tersebut, sikap dan komunikasi petugas pelayanan publik seharusnya tetap mengedepankan etika, pengendalian diri dan profesionalitas.
Petugas pemadam kebakaran bukan sekadar bekerja memadamkan api. Mereka juga membawa nama institusi ketika berada di tengah masyarakat.
Karena itu, apabila video tersebut benar menggambarkan kejadian sebenarnya, Dinas Damkar Minahasa Selatan perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai konteks kejadian, siapa saja yang terlibat, serta apakah tindakan dan ucapan dalam video tersebut sesuai dengan standar etika dan pelayanan publik.
Publik tidak sedang meminta petugas untuk menjadi manusia sempurna.
Namun publik berhak berharap bahwa ketika mengenakan atribut institusi negara atau pemerintah, sikap dan tutur kata tetap mencerminkan tanggung jawab moral sebagai pelayan masyarakat.
VIRAL BUKAN BERARTI BEBAS BERKATA APA SAJA
Fenomena video viral juga menjadi perhatian tersendiri. Media sosial memang memberikan ruang bagi siapa saja untuk menyampaikan pendapat, tetapi popularitas sebuah video tidak boleh menghilangkan batas kepatutan.
Jika benar terdapat kekeliruan, persoalannya bukan siapa yang paling viral.
Persoalannya adalah apakah pelayanan publik telah berjalan sebagaimana mestinya.
Dinas Damkar Minsel pun sebaiknya tidak memilih diam. Klarifikasi resmi diperlukan agar masyarakat tidak hanya menerima potongan video dan membangun kesimpulan sendiri.
Jika ada kesalahan, akui dan evaluasi.
Jika ada konteks yang tidak terlihat dalam video, jelaskan.
Jika ada pihak yang merasa dirugikan, berikan ruang untuk menyampaikan keterangan.
PUBLIK MENUNGGU SIKAP PIMPINAN
Kepala Dinas Damkar Minahasa Selatan diharapkan mengambil langkah profesional dengan memeriksa video tersebut dan meminta keterangan pihak-pihak yang terlibat.
Sebab yang dipertaruhkan bukan hanya persoalan individu, tetapi kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemadam kebakaran sebagai salah satu garda terdepan dalam pelayanan dan keselamatan warga.
Kritik ini bukan ajakan untuk menghukum atau mempermalukan siapa pun.
Tetapi sebuah pengingat:
Jangan sampai seragam pelayanan publik berubah menjadi tameng untuk membenarkan ucapan dan perilaku yang justru melukai kepercayaan masyarakat.
Publik menunggu klarifikasi Dinas Damkar Minahasa Selatan. Bukan perang komentar, bukan saling menyalahkan tetapi penjelasan berdasarkan fakta.
(RED)
