BeritaHukumKriminal

Truk Tangki Diduga Angkut BBM Ilegal Diserahkan ke Polda Sumsel, Sosok DN dan Gudang Sukarami Disorot

SuaraRepublik.com | PALEMBANG — Gabungan PAC Harimau Sumatera Bersatu (HSB) Kecamatan Sukarame dan PAC HSB Alang-Alang Lebar menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) tanpa dokumen resmi dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menuju Lampung. Dalam penelusuran tersebut, sebuah truk tangki tronton Hino diduga mengangkut solar dari Muba dan akhirnya diserahkan kepada Ditreskrimsus Polda Sumsel untuk pemeriksaan serta verifikasi lebih lanjut.

Penelusuran dilakukan setelah HSB menerima informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas pengangkutan BBM yang menggunakan sejumlah kendaraan. Informasi tersebut menyebut terdapat dua jenis kendaraan yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut, yakni truk bak yang bagian dalamnya telah dimodifikasi menggunakan tangki berbentuk petak serta truk tangki yang diduga digunakan mengangkut BBM.

Pemantauan lapangan dipimpin Ketua PAC HSB Sukarame, Adi Simba, bersama Feri Hadi dari PAC HSB Sukarame, Prasetya selaku Sekretaris PAC HSB Alang-Alang Lebar, Hengki dari unsur Satgas PAC HSB Alang-Alang Lebar, serta Irsan Ferduzie dan M. Johan Saputra.

Saat berada di kawasan Jalan Bypass Alang-Alang Lebar, tim melihat truk tangki tronton Hino yang dicurigai membawa BBM tanpa dokumen resmi. Kendaraan tersebut kemudian diikuti hingga memasuki Jalan Soekarno-Hatta, sekitar Jalan Kancil Putih, Palembang.

Di lokasi itu, tim menghentikan kendaraan dan meminta keterangan dari sopir mengenai muatan yang dibawa.

Menurut Adi Simba, sopir mengaku membawa minyak solar dari wilayah Muba. Namun, ketika diminta memperlihatkan dokumen yang menerangkan asal-usul dan legalitas muatan, dokumen tersebut disebut tidak dapat ditunjukkan.

“Kami hanya menindaklanjuti laporan masyarakat. Sopir mengaku membawa minyak solar dari Muba, sementara dokumen resmi terkait muatan tidak dapat ditunjukkan. Karena itu, kendaraan beserta sopir kami serahkan kepada Ditreskrimsus Polda Sumsel agar seluruhnya dapat diperiksa dan diverifikasi sesuai ketentuan hukum,” kata Adi Simba.

Sempat Mengaku Ada Pengawal

Sebelum kendaraan dibawa ke Polda Sumsel, sopir meminta tim menunggu dengan alasan akan didatangi seorang pengawal.

“Nanti dulu Pak, saya ada pengawal,” ujar sopir sebagaimana disampaikan Adi Simba.

Beberapa menit kemudian, seorang pria datang dan mengaku sebagai anggota Polda Sumsel. Tim kemudian meminta pria tersebut menunjukkan identitas resmi sebagai anggota Polri.

Menurut Adi Simba, pria tersebut tidak dapat menunjukkan kartu tanda anggota maupun identitas kepolisian. Ketika hendak didokumentasikan, pria tersebut disebut meninggalkan lokasi dan masuk ke sebuah Toyota Yaris putih bernomor polisi BG 1504 FN.

HSB kemudian membawa truk tersebut ke Polda Sumsel. Truk tangki tronton Hino warna hijau-putih bernomor polisi BM 9323 FJ bersama sopirnya diserahkan kepada Ditreskrimsus Polda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Adi Simba menyebut pihak Ditreskrimsus menyarankan agar proses penyerahan kendaraan dan barang bukti dituangkan dalam dokumen serah terima sebagai bagian dari administrasi penanganan perkara.

Informasi DN dan Gudang di Sukarami Ikut Disorot

Di tengah penelusuran tersebut, muncul pula informasi yang perlu diverifikasi aparat mengenai dugaan keterkaitan muatan minyak dengan seseorang berinisial DN.

DN disebut-sebut memiliki atau menguasai sebuah gudang di wilayah Kecamatan Sukarami, Palembang, sekitar kawasan Kompleks Mas Karebet. Informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Karena itu, keterkaitan DN maupun gudang tersebut dengan minyak yang dibawa truk tangki belum dapat dinyatakan sebagai fakta dan masih memerlukan pembuktian serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Adi Simba meminta aparat tidak berhenti pada pemeriksaan dokumen kendaraan dan muatan. Menurutnya, penyidik juga perlu menelusuri asal BBM, pemilik minyak, pengelola atau pemilik gudang, legalitas penyimpanan, kepemilikan kendaraan, tujuan pengiriman, hingga pihak-pihak lain yang diduga berkaitan dengan distribusi tersebut.

“Kalau dari hasil pemeriksaan ditemukan pelanggaran, penanganannya jangan berhenti pada sopir. Pihak-pihak yang bertanggung jawab di balik distribusi juga perlu ditelusuri,” ujarnya.

HSB Serahkan Sepenuhnya kepada Aparat

Terkait pria yang mengaku sebagai anggota Polda Sumsel, Adi menegaskan HSB tidak mengambil kesimpulan sepihak.

“Kami tidak menuduh. Jika benar anggota Polri, identitasnya tentu dapat diverifikasi. Jika bukan, tentu perlu ditelusuri mengapa yang bersangkutan mengaku sebagai anggota Polda Sumsel,” kata Adi.

Ia juga menegaskan HSB tidak bermaksud mengambil alih kewenangan aparat penegak hukum. Setiap temuan di lapangan, menurutnya, akan diserahkan kepada institusi yang memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan penindakan.

“Kami akan terus menindaklanjuti laporan masyarakat. Namun setiap temuan akan kami serahkan kepada aparat agar diproses secara hukum dan berdasarkan hasil pemeriksaan yang objektif,” ujarnya.

HSB berharap aparat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk menguji legalitas muatan dan menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi BBM tanpa dokumen resmi.

Hingga berita ini disusun, legalitas muatan, asal-usul minyak, dugaan keterkaitan dengan DN dan gudang di sekitar Kompleks Mas Karebet, serta identitas pria yang mengaku sebagai anggota Polda Sumsel masih menunggu hasil verifikasi resmi aparat berwenang.

Catatan Redaksi: Seluruh informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam pemberitaan ini masih berupa informasi awal dan memerlukan pembuktian. SuaraRepublik.com tidak menyimpulkan seseorang bersalah sebelum terdapat putusan hukum yang berkekuatan tetap.

Pihak-pihak yang disebut atau merasa dirugikan dalam pemberitaan ini memiliki hak jawab dan hak koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemberitaan ini disusun dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah serta berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.

Penulis: Team SR
Editor: Redaksi SuaraRepublik.com

Gema Kemerdekaan di Atas Papan Catur: Relawan RT 03 Wijaya Kusuma Gelar ‘Catur Relawan Cup 2026’ JAKARTA BARAT – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Jalan Swadaya 6, RT 03/RW 06, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para relawan setempat memilih cara unik untuk merayakan: bertanding catur. Ajang bertajuk “Catur Relawan Cup 2026” ini bukan sekadar kompetisi strategi di atas papan hitam-putih. Lebih dari itu, turnamen yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (11–13 Agustus 2026), menjadi simbol perekat sosial di tingkat akar rumput. Diinisiasi oleh Pos Pantau Keamanan dan Relawan RT 03, turnamen ini sukses menyedot perhatian warga. Suara bidak yang digeser dan langkah kuda yang melompat terdengar bersahut-sahutan, menandai ketegangan setiap babak penyisihan hingga final. Lebih Dari Sekadar Menang-Kalah Ketua Relawan RT 03, Jumhani, menekankan bahwa esensi kegiatan ini terletak pada nilai kebersamaan. Baginya, catur adalah media strategis untuk mengasah kekompakan tim relawan yang sehari-hari bertugas menjaga keamanan lingkungan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menjalin silaturahmi dan meningkatkan kekompakan antarrelawan,” ujar Jumhani di sela-sela pertandingan. “Selain berkompetisi, yang paling penting adalah kebersamaan dan semangat menyambut HUT Kemerdekaan RI.” Suasana di lokasi dipenuhi semangat sportivitas tinggi. Para peserta, yang merupakan warga lokal dan anggota relawan, tampak fokus memeras otak, mencari celah strategi jitu untuk menjatuhkan lawan. Sorak-sorai penonton sesekali pecah ketika terjadi blunder atau langkah brilian dari para pemain. Ipang Taklukkan Lawan, Raih Juara I Setelah melalui persaingan sengit selama tiga hari, empat nama akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang utama. Ipang tampil paling dominan dan konsisten, berhasil menggondol gelar Juara I. Disusul oleh Sujoni yang harus puas berada di posisi Juara II, serta Encep yang mengamankan tempat ketiga sebagai Juara III. Sementara itu, Eman berhasil menembus empat besar dan meraih gelar Juara IV. Keberhasilan turnamen ini membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus berupa upacara besar atau pawai. Kegiatan sederhana di tingkat lingkungan ternyata memiliki daya magis dalam menjaga semangat gotong royong. Jumhani berharap, tradisi positif ini dapat terus dilestarikan. “Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan semakin meriah. Yang terpenting, kebersamaan dan kekompakan relawan tetap terjaga,” pungkasnya. Dengan berakhirnya Catur Relawan Cup 2026, semangat kemerdekaan di RT 03 Wijaya Kusuma kian membara, siap menyambut usia ke-81 Indonesia dengan hati yang bersatu dan pikiran yang strategis
Berita

Gema Kemerdekaan di Atas Papan Catur: Relawan RT…

Exit mobile version