Suara Republik.Com
Samarinda, 7 Agustus 2026
Ketua Majlis zikir Nurul Wothon Alhambalangi kita Samarinda yg dihubgi awak media Suara Republik menyampaikan secara terpisah;
Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momentum untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, gotong royong, dan kecintaan kepada tanah air. Pengibaran Bendera Merah Putih, pemasangan umbul-umbul di sepanjang jalan kota Samarinda maupun lingkungan perumahan tentu menjadi bagian penting dalam memeriahkan hari bersejarah ini sebagai wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa.
Namun,…makna kemerdekaan sejatinya tidak berhenti pada seremonial semata. Kemerdekaan harus diwujudkan melalui perubahan sikap dan cara berpikir. Sudah saatnya kita mengikis sikap feodalisme, merasa paling benar, serta menganggap kemerdekaan hanya untuk kepentingan diri sendiri atau kelompok. Sebaliknya, masyarakat perlu terus membangun budaya saling menghormati, membuka ruang dialog, dan tetap bersikap kritis serta konstruktif dalam mengawal pembangunan bangsa demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, keadilan merupakan fondasi utama. Oleh karena itu, hukum harus benar-benar ditempatkan sebagai panglima, ditegakkan tanpa pandang bulu, serta menjadi pelindung bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan supremasi hukum yang adil, kepercayaan masyarakat akan semakin kuat dan cita-cita kemakmuran bersama dapat diwujudkan.
Majelis Zikir Nurul Wothon Alhambalangi DPD Kota Samarinda juga terus berkomitmen untuk mengambil bagian dalam membangun kehidupan bangsa. Di setiap kesempatan dan berbagai momentum kegiatan, kami tidak pernah berhenti memanjatkan doa semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesejahteraan, kedamaian, dan kemakmuran kepada seluruh rakyat Indonesia, sekaligus memberikan kekuatan kepada para pemimpin agar mampu menjalankan amanah dengan penuh keadilan dan kebijaksanaan.
“Kami berharap semangat kemerdekaan tidak hanya tampak pada kemeriahan perayaan, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari sebagai warga negara yang menjunjung tinggi persatuan, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi bangsa Indonesia, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengaruniakan Indonesia menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” ujar H. Awi saat menutup wawancaranya bersama awak media Berita Republik.
