Alex juga mengusulkan agar pemerintah desa membuat buku atau database khusus yang mencatat setiap pelaksana proyek yang bekerja di wilayah desa, termasuk nama perusahaan, penanggung jawab, jenis pekerjaan, sumber anggaran dan nomor kontak yang dapat dihubungi.
“Semua harus tercatat. Siapa pelaksananya, siapa penanggung jawabnya, sumber anggarannya apa, pekerjaannya apa dan nomor handphone yang bisa dihubungi. Jangan sampai ketika muncul persoalan, pelaksananya sulit dicari,” katanya. Minggu 25 Agustus 2026 kepada wartawan
Alex menegaskan bahwa kritik tersebut bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan mendorong agar pembangunan yang menggunakan uang rakyat dilaksanakan secara transparan, tertib dan berkualitas.
“Jangan takut melakukan pengawasan. Jangan takut menegur kalau memang ada yang tidak sesuai. Uang yang digunakan adalah uang masyarakat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.