Suara Republik | Jakarta — Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan “Go Public Seminar: Build, Scale, IPO – The Next Growth Milestone” di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha, khususnya UKM, untuk memahami pasar modal sebagai salah satu alternatif pembiayaan dan strategi pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Acara diawali dengan sambutan dari Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, yang menyampaikan pentingnya meningkatkan pemahaman dunia usaha terhadap pasar modal dan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan perusahaan untuk memperkuat struktur pembiayaan serta memperluas skala bisnis.
Selanjutnya, Ketua Umum KEIND, Afda Rizal Armashita, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki arti penting bagi pengembangan UKM Indonesia.
“Go public bukan hanya tentang masuk ke bursa, tetapi merupakan salah satu milestone penting dalam perjalanan pertumbuhan perusahaan.
UKM yang mampu membangun tata kelola, meningkatkan kinerja, memiliki sistem keuangan yang baik, dan memenuhi persyaratan pasar modal memiliki peluang untuk naik kelas dan berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar,” ujar Afda Rizal Armashita.
Menurut Afda, UKM merupakan salah satu kekuatan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, tantangan pembiayaan dan keterbatasan akses terhadap sumber modal masih menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan kapasitas dan skala usaha.
Karena itu, KEIND memandang perlu adanya jembatan yang lebih kuat antara dunia entrepreneur dengan ekosistem pasar modal. Melalui seminar ini, para pengusaha diharapkan tidak hanya mengenal konsep Initial Public Offering (IPO), tetapi juga memahami proses membangun perusahaan yang memiliki kesiapan untuk berkembang secara berkelanjutan.
“Kami ingin membangun mindset baru bahwa pengusaha harus berani memiliki target pertumbuhan yang lebih tinggi. Dari build, kemudian scale, dan pada akhirnya IPO dapat menjadi salah satu pilihan milestone pertumbuhan perusahaan.
Tentu tidak semua UKM harus IPO, tetapi setiap UKM perlu mempersiapkan diri untuk menjadi perusahaan yang semakin profesional, transparan, sehat, dan memiliki tata kelola yang baik,” lanjut Afda.
Seminar “Build, Scale, IPO: The Next Growth Milestone” juga menampikan beberapa narasumber diantaraanya, Sunil Tolani (WKU KEIND Bidang UKM), Alan Fatih ( Bursa Efek Indonesia), Wincent Yunanda ( PT. Ecocare Indo Pasifik, Tbk), Lisa Gilian (PT. Erdikha Elit Sekuritas) serta Moderator Oleh M. Ismail ( WKU KEIND Bidang Ekonomi Digital).
Acara ini menjadi momentum untuk mempertemukan perspektif entrepreneur dengan ekosistem pasar modal. Sinergi KEIND dan BEI diharapkan dapat membuka wawasan baru bagi para pelaku usaha mengenai strategi pengembangan bisnis, kesiapan perusahaan menuju IPO, tata kelola, akses pembiayaan, serta peluang memperluas usaha melalui pasar modal.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sambutan dari Ketua Dewan Kehormatan KEIND, Donny Ysugiantoro. Dalam penutupnya, Donny menekankan pentingnya kolaborasi dan keberanian entrepreneur dalam mengambil langkah strategis untuk membawa perusahaan Indonesia menuju pertumbuhan yang lebih besar.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen KEIND untuk terus menjadi wadah yang mendorong entrepreneur Indonesia naik kelas, melalui penguatan kapasitas, networking, business matching, akses pembiayaan, serta sinergi dengan berbagai institusi strategis.
Melalui kolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia, KEIND berharap semakin banyak pelaku UKM yang memiliki visi jangka panjang untuk membangun perusahaan yang profesional, berkelanjutan, kompetitif, dan pada waktunya mampu memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pertumbuhan baru.
#Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND)
#Media Partners Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND)
