Berita

Doa Bersama Lintas Iman, Polres Bitung Tunjukkan Solidaritas di Tengah Duka Tragedi Kotamobagu

SUARAREPUBLIK.COM – BITUNG — Di tengah duka yang masih menyelimuti masyarakat Sulawesi Utara pascatragedi berdarah di Kotamobagu, Polres Bitung menggelar kegiatan Doa Bersama Lintas Iman sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan dukungan moral bagi keluarga korban serta masyarakat yang terdampak.11 Agustus 2026

 

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian, dan semangat kebersamaan di tengah situasi yang penuh keprihatinan.

 

Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., bersama Wakapolres Bitung Kompol J.H. Daniel Korompis, S.E., memimpin langsung prosesi doa. Mereka duduk bersama personel dari berbagai latar belakang agama, menunjukkan bahwa di tengah perbedaan keyakinan, rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama tetap dapat menyatukan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bitung menekankan bahwa menghadapi musibah tidak cukup hanya dengan pendekatan penegakan hukum. Menurutnya, pemulihan trauma, penguatan mental, serta dukungan moral kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak tragedi.

 

«“Lintas iman bersatu dalam doa. Hari ini, kami hadir bukan sebagai aparat yang kaku, tetapi sebagai saudara yang turut merasakan kehilangan. Empati dan belasungkawa ini adalah bentuk cinta kami kepada masyarakat Bitung dan Kotamobagu,” ujar AKBP Arie Sulistyo Nugroho.»

 

Ia berharap doa bersama tersebut dapat memberikan ketenangan batin bagi keluarga yang sedang berduka sekaligus menjadi sumber kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit.

 

“Kita kuatkan keluarga yang berduka dengan kehadiran dan dukungan nyata. Tragedi ini mengajarkan kita bahwa persatuan dan kasih sayang adalah obat terbaik untuk luka yang dalam,” pungkasnya.

 

Di tengah suasana duka, pesan yang disampaikan Polres Bitung menjadi pengingat bahwa seragam, jabatan, dan perbedaan latar belakang tidak boleh menghilangkan sisi kemanusiaan. Ketika masyarakat terluka, kepedulian dan kehadiran menjadi bagian penting dari proses untuk kembali bangkit.

 

(TAMPILANG)

Exit mobile version